BERTUAHPOS – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Di Bursa Malaysia, kontrak pengiriman November 2025 ditutup di level MYR 4.531 per ton pada Jumat (22/8), naik 1,59% dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini memperpanjang tren positif harga CPO yang sudah berlangsung tiga minggu berturut-turut. Sepanjang pekan lalu, harga CPO mencatat kenaikan 1,32% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga telah melonjak hampir 5%.
Penguatan itu didorong ekspektasi penurunan pasokan dari dua produsen utama, yakni Indonesia dan Malaysia. Biasanya, produksi pada Agustus cenderung melemah akibat puncak musim panas, sementara ekspor tetap tumbuh tinggi.
Intertek Testing Services mencatat ekspor minyak sawit Malaysia pada 1–20 Agustus 2025 naik 13,6% dibanding periode sebelumnya. Sementara AmSpec Agri Malaysia melaporkan pertumbuhan ekspor lebih tinggi, yakni 17%.
Direktur Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, mengatakan produksi Agustus diperkirakan hanya tumbuh tipis 2–3%. “Di sisi lain, ekspor tetap tumbuh tinggi pada Agustus–September,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg News.
Secara teknikal, harga CPO masih berada di zona bullish dengan indikator Relative Strength Index (RSI) sebesar 61. Namun, analis mengingatkan adanya risiko koreksi karena Stochastic RSI sudah berada di level 100, menandakan kondisi overbought.
Analis memperkirakan harga pekan ini akan menguji level support di MYR 4.355 per ton. Jika level ini ditembus, target berikutnya adalah MYR 4.245 per ton. Sebaliknya, jika penguatan berlanjut, harga berpotensi menuju resistensi MYR 4.553 hingga MYR 4.626 per ton.***









