BERTUAHPOS.COM — Harga CPO atau kontrak berjangka minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives mencatat penutupan yang beragam pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, di tengah volatilitas harga energi global yang membuat pelaku pasar bergerak hati-hati. Ketidakpastian arah pasar energi menjadi faktor penekan yang membuat harga CPO tidak bergerak seragam di seluruh kontrak berjangka.
Menurut pedagang senior minyak sawit di Interband Group of Companies, Jim Teh, pergerakan harga CPO yang bervariasi hari ini terjadi karena pelaku pasar mengikuti fluktuasi yang terjadi di pasar energi global.
“Harga CPO bervariasi karena pelaku pasar mengikuti pergerakan di pasar energi. Kondisi ini membuat arah harga tidak seragam di semua kontrak,” ujar Jim Teh, dikutip dari Bernama, Sabtu, 30 Mei 2026.
Pada penutupan perdagangan harga CPO, kontrak Juni 2026 berhasil naik RM8 menjadi RM4.470 per ton, sementara kontrak Juli 2026 dan Agustus 2026 justru melemah tipis RM2 menjadi RM4.503 dan RM4.535 per ton secara berturut-turut. Pola yang tidak seragam ini mencerminkan ketidakpastian yang masih membayangi pasar komoditas minyak sawit mentah.
Untuk kontrak jangka panjang, harga CPO kontrak September 2026 naik tipis RM1 menjadi RM4.561 per ton, sementara Oktober 2026 menguat RM5 menjadi RM4.590 per ton. Kontrak November 2026 mencatat kenaikan lebih besar yakni RM9 menjadi RM4.620 per ton.
Volume perdagangan harga CPO pada sesi Jumat ini justru menguat signifikan menjadi 76.012 lot dari 59.830 lot pada hari Kamis sebelumnya. Open interest juga sedikit meningkat menjadi 285.715 kontrak dari 285.564 kontrak pada sesi sebelumnya, menandakan minat pasar yang masih terjaga.
Di pasar fisik, harga CPO untuk June South tercatat tidak berubah dan tetap bertahan di angka RM4.490 per ton. Stabilnya harga fisik ini menunjukkan bahwa permintaan di pasar spot masih relatif seimbang meski kontrak berjangka bergerak beragam.
Perlu dicatat, Bursa Malaysia dan anak perusahaannya akan tutup pada Senin, 1 Juni, dan Selasa, 2 Juni 2026, sehubungan dengan hari libur pengganti Hari Ulang Tahun Raja dan Hari Wesak. Perdagangan harga CPO di Bursa Malaysia baru akan dilanjutkan kembali pada Rabu, 3 Juni 2026.









