BERTUAHPOS — Harga CPO/minyak sawit mentah di kontrak berjangka Bursa Malaysia Derivatives diprediksi akan diperdagangkan dalam kisaran RM3.800 hingga RM3.900 per ton pada pekan ini. Angka tersebut diperkirakan seiring potensi masuknya pembeli fisik global yang memanfaatkan level harga tersebut.
Pedagang senior minyak sawit Interband Group of Companies, Jim Teh, menyebut harga di kisaran itu berpeluang menarik minat pembeli dari India, China, Pakistan, Timur Tengah, Uni Eropa, hingga Amerika Serikat. Permintaan tersebut diyakini dapat membantu mengurangi tingginya persediaan fisik CPO Malaysia saat ini.
“Ini situasi yang saling menguntungkan. Jika harga turun ke RM3.800–RM3.900 per ton, pembeli fisik akan masuk dan siap membeli pada level tersebut,” kata Jim Teh seperti dikutip Bertuahpos dari Bernama, Senin, 26 Januari 2026.
Sementara itu, trader independen yang berbasis di Kuala Lumpur, David Ng dari Iceberg X Sdn Bhd, memperkirakan harga CPO justru cenderung bullish. Ia menilai penguatan ekspor terbaru serta potensi penurunan produksi dalam beberapa pekan mendatang akan menopang pergerakan harga.
“Kami memperkirakan harga akan berada di kisaran RM4.080 hingga RM4.200 per ton pada pekan depan,” ujar David Ng.
Secara mingguan, kinerja kontrak CPO menunjukkan penguatan signifikan. Kontrak Februari 2026 naik RM71 menjadi RM4.128 per ton, Maret 2026 naik RM92 menjadi RM4.164 per ton, dan April 2026 menguat RM96 ke level RM4.175 per ton.
Sementara itu, kontrak Mei 2026 naik RM90 menjadi RM4.172 per ton, Juni 2026 bertambah RM84 menjadi RM4.161 per ton, sedangkan kontrak Juli 2026 tercatat di RM4.149 per ton.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan mingguan turun menjadi 333.697 lot dari 539.268 lot pada pekan sebelumnya. Open interest juga menurun menjadi 228.950 kontrak dari sebelumnya 249.340 kontrak.
Adapun harga fisik CPO baru untuk pengiriman Januari di wilayah Selatan Malaysia tercatat naik RM90 menjadi RM4.140 per ton, mencerminkan masih kuatnya permintaan di pasar fisik.***









