BERTUAHPOS — Jepang tengah bersiap untuk mencatatkan bisnis baru dalam ekspor florikultura. Bunga krisan potong akan diekspor untuk pertama kalinya dari Jepang ke Amerika Serikat pada tahun ini.
Produsen di Jepang menganggap bunga ini memiliki potensi pasar yang besar dan sangat luas, di tengah melemahnya permintaan domestik. Inisiatif ini digerakkan oleh JA Aichi Minami, cabang Koperasi Pertanian Jepang di Kota Tahara, Prefektur Aichi.
Dilansir dari The Japan News, Senin, 26 Januari 2026, ekspor bunga Krisan potong akan dimulai dengan kolaborasi bersama Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang serta Pemerintah Prefektur Aichi.
Wilayah ini merupakan pusat produksi krisan nasional Jepang, dengan pangsa lebih dari 30% dari total volume dan nilai produksi nasional, menjadikannya tulang punggung industri krisan Jepang.
Namun, dominasi produksi itu berbanding terbalik dengan kondisi pasar domestik. Sejak pandemi COVID-19, permintaan krisan di dalam negeri terus menurun, seiring berubahnya tradisi sosial, terutama menyusutnya skala upacara pemakaman dan meningkatnya tren pemakaman keluarga. Padahal, krisan selama ini identik dengan altar dan makam Buddha di Jepang.
Data tahun 2023 skala industri krisan Aichi masih sangat besar dengan luas tanam mencapai 1.262 hektar dan volume pengiriman 419 juta tangkai, nilai produksinya mencapai ¥21,8 miliar. Seluruhnya menempati peringkat pertama nasional.
Sentra produksi utama berada di Tahara dan Toyokawa, wilayah dengan iklim hangat, pasokan air stabil dari kanal irigasi Toyokawa, serta teknologi rumah kaca dengan pencahayaan listrik yang memungkinkan tiga kali panen per tahun.
Meski demikian, tekanan pasar terasa nyata, terutama pada varietas Ringiku bertangkai tunggal, yang kerap dijuluki “beras industri bunga” karena perannya yang fundamental.
Produksi krisan jenis ini di Aichi dilaporkan turun sekitar 10 persen dibandingkan satu dekade lalu, bahkan menyentuh level terendah dalam sejarah modern.
JA Aichi Minami mendorong reorientasi pasar dengan mempromosikan krisan sebagai bunga konsumsi harian, bukan semata untuk ritual keagamaan.
Langkah ini diperkuat pada 2024, ketika JA terpilih menerima pendanaan proyek penguatan basis produksi ekspor skala besar dari kementerian. Kantor Administrasi Pertanian Regional Tokai juga memberikan dukungan penuh terhadap ekspansi ekspor ini.
Tahap awal ekspor akan dimulai bulan depan. Enam petani terpilih akan mengekspor ratusan ribu tangkai krisan potong ke Hawaii dan Guam. Bunga-bunga tersebut akan dipasarkan di toko ritel untuk menguji respons konsumen. Di Amerika Serikat, krisan dikenal sebagai bunga ceria yang lazim diberikan sebagai hadiah persahabatan, berbeda dari citranya di Jepang.
Untuk memenuhi standar ekspor, JA menerapkan pengendalian ketat terhadap penyakit karat putih. Setiap lahan produksi akan didaftarkan di Stasiun Perlindungan Tanaman, sementara pengiriman udara diatur melalui kerja sama dengan perusahaan penjualan domestik guna menjaga kualitas bunga hingga tiba di pasar tujuan.
Ketua divisi krisan JA Aichi Minami menegaskan ekspor ini bukan sekadar uji pasar jangka pendek. “Sambil mengevaluasi dampak ekspor ke Amerika Serikat, kami ingin membangun merek dan terlibat dalam ekspor dengan visi menciptakan masa depan industri krisan,” ujarnya. Langkah ini mencerminkan strategi jangka panjang Jepang untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian bernilai tinggi melalui diversifikasi pasar global.***









