BERTUAHPOS.COM — Harga kontrak minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup menguat pada Jumat, 6 Juni 2025. Kenaikan ini terjadi seiring dengan penguatan harga minyak kedelai di pasar global serta sentimen positif dari kinerja ekspor yang membaik.
Mengacu pada data resmi BMD, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2025 naik sebesar 7 Ringgit Malaysia menjadi 3.911 Ringgit Malaysia per ton. Sementara kontrak Juli 2025 turut menguat 7 Ringgit menjadi 3.930 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Agustus 2025 mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi, yakni sebesar 14 Ringgit menjadi 3.917 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak pengiriman September 2025, harga naik 16 Ringgit menjadi 3.906 Ringgit Malaysia per ton.
Kenaikan juga tercatat pada kontrak Oktober 2025 yang naik 13 Ringgit menjadi 3.899 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan kontrak CPO November 2025 menguat 8 Ringgit menjadi 3.899 Ringgit Malaysia per ton.
Menurut analis perdagangan sawit dari Bernama, David Ng, penguatan harga CPO tidak lepas dari lonjakan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT). Minyak kedelai yang merupakan salah satu komoditas substitusi bagi CPO, memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga sawit.
“Penguatan harga minyak kedelai memberikan dorongan terhadap harga CPO. Selain itu, performa ekspor yang positif belakangan ini turut mendukung sentimen pasar,” ungkap David Ng.
Ia juga memprediksi bahwa harga CPO akan bergerak dalam rentang support di level 3.800 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di kisaran 4.000 Ringgit Malaysia per ton dalam waktu dekat.
Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi pelaku industri sawit, khususnya produsen dan eksportir, yang berharap harga tetap stabil untuk mendukung keberlanjutan bisnis dan pendapatan negara.***









