BERTUAHPOS – Setelah terjebak dalam zona merah selama tiga hari berturut-turut, harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives akhirnya berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. Pemulihan harga ini dipicu oleh aksi perburuan harga murah (bargain hunting) oleh para pelaku pasar serta terangkatnya sentimen dari sektor energi global.
Anilkumar Bagani, Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, menjelaskan bahwa pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh posisi strategis para pedagang yang menanti rilis data fundamental penting. Selain laporan Perkiraan Pasokan dan Permintaan Pertanian Dunia (WASDE), pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada laporan bulanan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) yang dijadwalkan terbit pada hari Jumat.
Selain faktor data internal komoditas, dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi katalisator krusial yang menentukan arah harga. Bagani menyoroti upaya diplomasi yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran sebagai variabel yang dipantau ketat oleh investor global karena dampaknya terhadap stabilitas harga energi.
“Pasar juga mengamati dengan saksama pertemuan penting Amerika Serikat-Iran di Islamabad, yang akan membahas poin-poin kunci terkait gencatan senjata,” katanya dikutip dari Bernama, Jumat, 10 April 2026.
Laporan diplomatik menyebutkan bahwa Iran telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat. Dewan Keamanan Nasional Iran menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan dengan Washington akan segera dimulai di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada hari ini, Jumat, 10 April 2026..
Berdasarkan data penutupan perdagangan, seluruh kontrak berjangka menunjukkan performa positif. Kontrak April dan Mei 2026 masing-masing mengalami kenaikan sebesar RM53 menjadi RM4.571 dan RM4.610 per ton. Sementara itu, kontrak acuan untuk Juni 2026 menguat RM57 menjadi RM4.643 per ton.
Tren kenaikan juga merambah ke kontrak jangka panjang. Kontrak Juli 2026 melonjak RM59 ke posisi RM4.652 per ton, kontrak Agustus 2026 bertambah RM58 menjadi RM4.635 per ton, dan kontrak September 2026 menguat RM62 menjadi RM4.613 per ton.
Meskipun harga mengalami kenaikan, aktivitas perdagangan terpantau melambat dengan volume perdagangan yang menyusut menjadi 66.606 lot dari 105.474 lot pada hari Rabu, sementara posisi terbuka turun tipis menjadi 258.033 kontrak dari 260.341 kontrak. Di pasar fisik, harga CPO untuk April South tercatat naik signifikan sebesar RM80 menjadi RM4.650 per ton.***









