BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia ditutup turun ke level RM4.017 per ton pada perdagangan Selasa, tertekan penurunan ekspor Februari dan minimnya dorongan permintaan baru di pasar global.
Pelaku pasar cenderung berhati-hati karena prospek ekspor Februari diperkirakan lebih lemah dibanding bulan sebelumnya.
Kondisi ini langsung menekan minat beli dan membuat harga sawit berbalik turun setelah sempat dibuka menguat di awal sesi, dikutip dari Bernama, Rabu, 25 Februari 2026.
Analis pasar yakin penurunan ekspor menjadi faktor utama yang membatasi penguatan harga CPO.
Permintaan dari negara tujuan utama dinilai belum menunjukkan peningkatan signifikan, sehingga pasar kehilangan momentum kenaikan jangka pendek.
Data lembaga survei kargo menunjukkan tren ekspor sawit Malaysia periode 1–20 Februari mengalami penurunan dibanding periode yang sama pada Januari.
Penurunan ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pelemahan permintaan global.
Di sisi lain, produksi minyak sawit juga tercatat menurun pada periode yang sama, terutama di wilayah selatan Semenanjung Malaysia.
Namun, penurunan produksi belum mampu menahan tekanan harga karena faktor ekspor dinilai lebih dominan memengaruhi pergerakan pasar.
Secara teknikal, harga CPO masih berada di kisaran level psikologis RM4.000 per ton, dengan resistensi di sekitar RM4.180 per ton.
Level ini menjadi acuan pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan harga dalam jangka pendek.
Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Maret 2026 turun ke level sekitar RM4.017 per ton.
Sementara kontrak April, Mei, dan Juni 2026 juga ikut melemah seiring tekanan sentimen eksternal dan perlambatan permintaan.
Kontrak Juli dan Agustus 2026 turut terkoreksi, mencerminkan sentimen pasar yang masih negatif terhadap prospek ekspor sawit dalam waktu dekat. Pelemahan terjadi merata di hampir seluruh tenor kontrak.***









