BERTUAHPOS – Aksi demo damai yang digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Senin, 1 September 2025, tak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi ribuan massa, namun juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima di sekitar lokasi. Omzet para pedagang melonjak tajam hingga 300 persen dibanding hari-hari biasanya.
Ajo, penjual sate yang berjualan di trotoar depan Gedung DPRD Riau, mengaku dagangannya ludes sebelum sore. “Biasanya saya jualan sampai malam baru habis, tapi hari ini jam empat sore sate sudah habis semua. Alhamdulillah, omzet bisa naik sampai empat kali lipat,” ujarnya sambil tersenyum puas kepada Bertuahpos.
Hal serupa juga disampaikan Bima, penjual es tebu yang mangkal di sisi jalan tak jauh dari pintu gerbang utama DPRD Riau. Menurutnya, aksi yang berlangsung damai dan tertib membuat banyak orang memilih untuk berlama-lama di lokasi, sehingga permintaan minuman dingin meningkat tajam. “Dari pagi sampai sore, pembeli terus berdatangan. Saya sampai harus bolak-balik menggiling tebu. Penjualan bisa naik sampai lima kali lipat,” ungkapnya.
Rini, penjual sala lauk, juga tak kalah merasakan berkah dari keramaian aksi demo tersebut. Ia mengaku membawa stok lebih banyak dari biasanya, namun tetap saja dagangannya habis terjual sebelum massa aksi bubar. “Syukur sekali, jualan laku keras. Biasanya saya bawa 200 potong, hari ini bawa 600 dan habis semua,” katanya.
Para pedagang mengaku sengaja bertahan sejak pagi hingga sore hari untuk melayani ribuan massa aksi yang memadati kawasan sekitar DPRD Riau. Meski lelah, mereka tetap bersyukur karena dagangan yang biasanya hanya laku sebagian, kali ini benar-benar laris manis.
Tak hanya pedagang sate, es tebu, dan sala lauk, sejumlah pedagang asongan dan penjual makanan ringan lainnya juga merasakan lonjakan omzet. Suasana damai dan kondusif membuat mereka bisa berjualan tanpa hambatan berarti. Banyak mahasiswa, masyarakat, hingga ojol yang terlibat aksi memilih membeli makanan dan minuman di sekitar lokasi.
Menurut Ajo, aksi damai kali ini sangat membantu roda perekonomian kecil seperti dirinya. “Biasanya demo itu bikin takut orang berjualan, tapi hari ini suasananya adem. Kami bisa cari rezeki dengan tenang,” ujarnya.
Bima pun menambahkan, keuntungan besar hari ini bukan semata soal angka, tetapi juga keberkahan dari suasana aksi yang tertib. “Kalau demo ricuh, pasti kami rugi. Tapi karena damai, alhamdulillah semua senang: massa bisa menyampaikan aspirasi, kami bisa berjualan dengan lancar,” katanya.
Pantauan di lapangan, para pedagang terus melayani pembeli hingga massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, mereka mulai merapikan lapaknya dengan wajah puas. Sejumlah pedagang bahkan tampak bercanda dengan mahasiswa yang masih bertahan di sekitar lokasi.
Aksi demo yang berjalan damai tak hanya membawa pesan politik dari massa aksi, tetapi juga meninggalkan cerita manis bagi para pedagang kecil. Bagi mereka, momentum ini menjadi bukti bahwa aksi damai bisa menciptakan keberkahan bersama, termasuk bagi ekonomi rakyat kecil yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil dagangan di jalanan.***









