• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Saat Kolonial Belanda Awasi Sekolah Pribumi

Romi J. by Romi J.
28 Juli 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada tahun 1923, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan ordonansi (peraturan pemerintah) pengawasan sekolah partikelir (swasta).

Rupanya, pemerintah kolonial khawatir dan curiga sekolah swasta pribumi yang didirikan bangsa pribumi memasukkan unsur politik dibalik aktivitas lembaganya. Selain itu, pemerintah kolonial khawatir jika kaum pribumi semakin cerdas melalui sekolah milik swasta pribumi.

Pengusul ordonansi sekolah partikelir ini adalah seorang pejabat Belanda bernama JWF. van der muelen.

Melihat ordonansi pengawasan sekolah partikelir tak berhasil, der muelen mengusulkan aturan baru agar pemerintah kolonial semakin bisa mengawasi sekolah swasta pribumi.

Pada 27 September 1932, terbitlah aturan baru bernama Wildeschoolen Ordonantie (ordonansi sekolah liar). Dalam ordonansi ini, setiap orang atau lembaga yang ingin mendirikan sekolah harus mendapatkan izin pemerintah. Pemerintah juga bisa mencabut izin tersebut jika sekolah dianggap melanggar aturan.

Dikutip dari Historia.id, ordonansi sekolah liar ini kemudian ditentang banyak pihak. Termasuk, Ki Hadjar Dewantara yang mendirikan sekolah Taman Siswa, dan juga Husni Thamrin di Volksraad (dewan rakyat).

Para tokoh ini khawatir, jika ordonansi sekolah liar ini dibiarkan, anak-anak pribumi tak bisa mendapatkan pendidikan, dan nasionalisme tak bisa diwariskan.

Setelah berjuang lebih kurang 2 tahun, akhirnya pada 1 April 1934, pemerintah kolonial mencabut ordonansi sekolah liar. (bpc4)

Tags: Belandasekolahsekolah liarsekolah pribumi
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

5 Rekomendasi Sepatu Puma untuk Sekolah dengan Mayoritas Warna Hitam
Lifestyle

6 Rekomendasi Sepatu Puma untuk Sekolah dengan Mayoritas Warna Hitam

...

Read moreDetails

Diadili di Belanda karena Melawan Penjajah, Kini Namanya Diabadikan di Kampusnya

Kepala Disdik Riau: Sekolah Wajib Hindari Perpisahan di Hotel

Kepala Disdik Riau: Sekolah Wajib Hindari Perpisahan di Hotel

Dampak Positif dan Negatif Program Makan Siang Gratis Menurut World Bank

Dampak Positif dan Negatif Program Makan Siang Gratis Menurut World Bank

Biaya Masuk Sekolah

Biaya Masuk Sekolah Diprediksi Berpengaruh Besar Terhadap Inflasi Juli 2023

Delano Diego Heijden, Pemain Feyenoord yang Bakal Dinaturalisasi

Next Post
virus corona varian baru

DPRD Pekanbaru Wanti - Wanti Ada Oknum Manfaatkan Covid-19 untuk Cari Untung 

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.