• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Negara-Negara yang Pernah Alami Kebangkrutan Akibat Utang

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Juni 2022
cuci tangan pakai sabun

Uang kertas. (Ilustrasi/Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Sri Lanka kini tengah dihadapkan pada krisis ekonomi yang buruk. Negara ini pun berada diambang kebangkrutan. 

Sebelumnya, ada sejumlah negara di dunia yang dihadapkan pada persoalan ekonomi yang kacau balau akibat gagal membayar utang. Tentu saja dengan jumlah yang sangat besar.

Berikut beberapa negara yang pernah mengalami kebangkrutan akibat gagal bayar utang:

Venezuela

Pemerintah Venezuela tidak bisa membayar seluruh utangnya pada tahun 2017. Pemerintah dan perusahaan minyak negara ini akhirnya memutuskan untuk meminta restrukturisasi terhadap pembayaran utang. Venezuela tercatat memiliki utang kepada sejumlah negara. 

Beberapa negara tersebut, antara lain China dan Rusia. Sementara itu, perusahaan minyak negara telah membayar utang sebesar USD1,1 miliar atau Rp1584 triliun. Nominal ini adalah angka yang cukup besar bagi sebuah negara yang hanya memiliki dana sebesar USD10 miliar di bank mereka.

Sril Lanka

Baru-baru ini, Sri Lanka juga menyatakan bangkrut setelah gagal bayar utang luar negerinya. Pada 12 April 2022, pemerintah Sri Lanka mengumumkan gagal bayar utang senilai USD51 miliar atau setara dengan Rp732 trilliun yang dipinjam dari luar negeri.

Krisis yang terjadi di Sri Lanka ini berlangsung sejak akhir Maret 2022 kemarin. Setelah menyatakan bangkrut, pemerintah mendesak warganya yang berada di luar negeri untuk mengirimkan uang demi membantu membeli kebutuhan pokok dan bahan bakar. 

Krisis yang terjadi di Sri Lanka ini sangat menyengsarakan warganya. Warga Sri Lanka melakukan protes dan menuntut Presiden Gotabaya Rajapaksa untuk mengundurkan diri.

Argentina

Argentina bangkrut setelah dinyatakan gagal bayar (default) karena tidak bisa melunasi utang ke kreditur. Kebijakan Pemerintah Argentina yang mematok USD1 sama dengan 1 peso Argentina dinilai menjadi penyebabnya. 

Tidak akuratnya nilai mata uang Argentina dengan dolar Amerika Serikat membuat masyarakat panik dan menarik uang merek di bank. Negara ini pun harus mengumpulkan seluruh kreditur dan me-restrukturisasi utang yang mencapai USD100 atau Rp1.440 triliun pada tahun 2005 dan 2010.

Zimbabwe

Zimbabwe merupakan salah satu negara yang bangkrut akibat utang. Negara ini terlilit utang hingga USD4,5 miliar atau Rp64,8 triliun pada 2008. 

Tingkat pengangguran di negara ini juga melonjak hingga 80 persen. Tak hanya itu, masyarakat Zimbabwe berhenti membayar pajak dan menggunakan bank. Mereka tak lagi menggunakan mata uang nasional sebagai alat transaksi jual beli.

Yunani

Yunani mengalami gagal bayar utang senilai USD22 miliar kepada IMF dan secara resmi menyatakan bangkrut sejak tahun 2015 lalu. Total utang negara ini tercatat berjumlah USD360 miliar atau setara Rp5.255 triliun (Rp 14.593 per USD). 

Kondisi ekonomi Yunani menjadi kacau balau. Perbankan kehabisan uang dan gelandangan di Yunani semakin banyak. Negara ini mendapat talangan dana dari IMF namun harus melakukan penghematan ketat selama bertahun-tahun.

Ekuador

Ekuador menolak melakukan pembayaran utang pada tahun 2008 lalu. Pemerintah Ekuador menilai bahwa hedge fund dari Amerika Serikat tidak bermoral. 

Meski sebenarnya negara ini mampu membayar utang yang mencapai USD10 miliar atau Rp144 triliun tersebut, namun pemerintah negara ini memilih untuk tak membayarnya. Hal ini lantaran pemerintah menganggap bahwa utang tersebut adalah hasil dari pemerintah sebelumnya yang korup.***

Tags: negara bangkrutSri Lankautang negara
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

BYD Racoo Mulai Ekspansi, Siap Masuk ke Pasar Macau dan Sri Lanka, Intip Spesifikasi dan Harganya!
Otomotif

BYD Racoo Mulai Ekspansi, Siap Masuk ke Pasar Macau dan Sri Lanka, Intip Spesifikasi dan Harganya!

...

Read moreDetails
Era Suku Bunga Rendah Berakhir, Jepang Hadapi Beban Utang Semakin Berat

Era Suku Bunga Rendah Berakhir, Jepang Hadapi Beban Utang Semakin Berat

beban utang negara

Pemerintah Prabowo – Gibran Bakal Pikul Beban Berat dengan Utang Negara Jatuh Tempo hingga Rp800 Triliun

Anggaran Dinas Kesehatan, uang beredar februari 2022, penanganan stunting

Posisi Utang Negara Akhir Semester I Tahun 2022 Rp7,1 T Lebih, Naik 1,69%

menggantikan presiden sri lanka

Tokoh Oposisi Sri Lanka Menyatakan Siap Pimpin Negara Bangkrut

sri lanka bangkrut

Sri Lanka Bangkrut, Kabinet Setujui Konstitusi Negara Diubah, Kekuasaan Presiden Dibatasi

Next Post

Wali Kota Dumai : Saya Memberi Apresiasi Kepada Perusahaan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.