Kim Jong-un Tuding AS Jadi Biangkerok Ketegangan di Semenanjung Korea

Selasa, 12 Oktober 2021 09:42
Kim Jong-un Tuding AS Jadi Biangkerok Ketegangan di Semenanjung Korea
Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un

BERTUAHPOS.COM — Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menguding bahwa Amerika Serikat adalah biang kerok terjadinya ketegangan di Semenanjung Korea. “(AS) adalah akar penyebab (ketidakstabilan),” kata Kim dalam pidato di sebuah pameran pertahanan yang dikutip AFP dari, Selasa 12 Oktober 2021.

Kim juga menuduh musuh bebuyutannya, Korsel, munafik. Korsel sendiri juga merupakan sekutu AS di bidang keamanan. “Upaya mereka yang tidak terbatas dan berbahaya untuk memperkuat kekuatan militer menghancurkan keseimbangan militer di Semenanjung Korea dan meningkatkan ketidakstabilan dan bahaya militer,” tuturnya seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Pidato Kim muncul usai Korea Utara menguji coba rudal jelajah jarak jauh dan senjata hipersonik dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, selama ini AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korsel untuk mempertahankan serangan dari tetangganya, usai perang pada 1950.

Korsel dan AS juga sering menggelar latihan militer bersama, terakhir pada Agustus lalu. Tindakan itu selalu membuat marah Pyongyang, yang menganggapnya sebagai persiapan invasi Korut. Di sisi lain, Korsel juga telah meningkatkan kemampuan militernya sendiri. Mereka berhasil menguji rudal balistik kapal selam pertamanya pada September dan mengungkap rudal jelajah supersonik.

Baca: Puncak Hujan Meteor Besok, Ini Waktu yang Pas untuk Menyaksikannya

Negara tetangganya, Korut, berada di bawah sanksi internasional atas senjata nuklir dan program rudal balistik. Pada 2017, Kim menguji rudalnya yang bisa mencapai AS dan menjadikan itu sebagai senjata paling kuat hingga saat ini. Korut mengaku perlu persenjataan semacam itu untuk melindungi diri dari invasi AS.

Di samping itu, AS berulang kali menyatakan pihaknya tak berniat menjalin permusuhan dengan Korea Utara, tapi Kim merespons dengan skeptis. “Saya ingin tahu, apakah ada orang atau negara yang percaya itu? Tak ada dasar dalam tindakan mereka yang percaya bahwa itu tak bermusuhan,” kata Kim. (bpc2)