• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tantangan Fiskal Riau 2026 “Besar Pasak dari Tiang”

Kondisi APBD Riau yang semakin sulit Ini akan menjadi tantangan fiskal tersendiri bagi Riau di tahun 2026.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Desember 2025
166
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Ketua Kadin Riau, Masuri, menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau saat ini berada dalam posisi sulit karena pendapatan daerah tidak mampu menutupi kebutuhan belanja.

Ia mengibaratkan situasi APBD Riau sebagai “besar pasak daripada tiang”, di mana anggaran yang tersedia lebih kecil dibanding kebutuhan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur. Ini akan menjadi tantangan fiskal tersendiri bagi Riau di tahun 2026.

Dalam Bisnis Indonesia Economic Outlook 2026 di Pekanbaru pada 8 Desember 2025, Masuri menjelaskan bahwa Pemprov Riau akan menghadapi tantangan besar tahun depan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. 

“Tapi saya yakin bahwa Plt Gubernur Riau saat ini mampu menyelaraskan berbagai perbedaan pandangan dan menyusun kebijakan yang kuat untuk menggerakkan roda pemerintahan,” katanya.

Menurut data yang dipaparkan Masuri, pada November 2025 pendapatan daerah Riau diprediksi hanya mencapai Rp8,2–Rp8,4 triliun. Angka ini berada sekitar Rp1,1 triliun di bawah target APBD yang ditetapkan sebesar Rp9,4 triliun. Kondisi ini membuat beberapa program prioritas terpaksa ditunda karena keterbatasan anggaran.

Masuri menegaskan bahwa penurunan pendapatan daerah bukan hanya dialami Riau, tetapi juga terjadi secara nasional. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasrah menerima situasi ini. Riau harus tetap bergerak untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan mencari cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ia mengingatkan bahwa PAD Riau mengalami penurunan signifikan. Pada 2024, PAD tercatat sebesar Rp15,93 triliun, jauh lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai Rp32,2 triliun. Masuri menilai masih banyak sektor yang berpotensi menjadi sumber PAD, namun belum tergarap optimal oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Karena itu, Masuri meminta OPD mengubah pola pikir kerja. Jangan hanya menjalankan tugas rutin, tetapi harus aktif mengidentifikasi dan menginventarisasi potensi pendapatan baru. Pemerintah daerah harus berani memperluas pencarian sumber PAD untuk memperbaiki kemampuan fiskal.

Masuri juga menjelaskan konsep “dilema fiskal” yang dialami Riau. Pendapatan yang melemah berhadapan dengan kebutuhan belanja yang tinggi. Penerimaan daerah dari bagi hasil (BH), pajak, dan sumber lainnya hanya cukup untuk membiayai belanja wajib seperti gaji pegawai dan subsidi. Sementara program prioritas pembangunan membutuhkan dana besar.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus membuat pilihan sulit: mengurangi defisit untuk menekan beban utang, atau meningkatkan belanja meski berisiko memperbesar defisit. Ia menegaskan perlunya langkah tegas, termasuk memangkas kegiatan yang tidak prioritas seperti seminar atau belanja operasional yang tidak mendesak. Namun, belanja pegawai tidak boleh disentuh karena menjadi penopang utama jalannya pemerintahan.

Untuk menghadapi dilema fiskal ini, Masuri menyarankan agar Pemprov Riau membentuk tim percepatan ekonomi yang fokus mengidentifikasi dan mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan potensial di daerah. Menurutnya, hanya dengan langkah strategis dan pengelolaan fiskal yang disiplin, Riau dapat menjaga stabilitas dan menyiapkan momentum pembangunan tahun berikutnya.***

 

Tags: Berita videoekonomi
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah
Ekonomi

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

...

Read moreDetails
Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Pengendalian Inflasi Pangan, TPID Riau Lakukan Gerakan Taman 100 Ribu Cabai

Pengendalian Inflasi Pangan, TPID Riau Lakukan Gerakan Taman 100 Ribu Cabai

Next Post
Audit BPK: 4.531 Jemaah Haji 2024 Berangkat Secara Ilegal

Audit BPK: 4.531 Jemaah Haji 2024 Berangkat Secara Ilegal

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.