PSDKP Rohil: Pukat Harimau Penyebab Utama Pengurangan Hasil Ikan

Minggu, 18 Juni 2017 11:05

BERTUAHPOS.COM (BPC), BAGANSIAPIAPI – Pukat Harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal pukat, bisa melalui samping atau belakang. Sebuah alat yang efektif tapi sayangnya tidak selektif, karena alat ini merusak semua yang dilewatinya.

Hal inilah yang diungkapkan oleh Kepala Perwakilan PSDKP Rohil, Ruslan kepada Bertuahpos.com bahwa dari sekian banyak alat penangkap ikan, pukat harimau merupakan salah satu alat yang menyumbang kerugian cukup besar terhadap ketersediaan ikan di perairan.

“Banyak alat seperti bom ikan atau dan lainnya tapi pukat harimau yang paling banyak menyebabkan pengurangan hasil ikan,” ujarnya.

Baca: Budidaya Perikanan dan Kerang Andalan Kabupaten Rohil

Baca: 95 Relawan Kelas Inspirasi Pekanbaru Berbagi Motivasi di 14 SD

Lebih lanjut, menurut Ruslan pihaknya terus berkomitmen untuk memberantas penggunaan alat – alat penangkap ikan di perairan yang mampu mengakibatkan pengurangan hasil ikan dengan cukup signifikan. 

“Kita terus pertama sosialisasi yang kita lakukan baru setelahnya kita lakukan tindak lanjut, cuma memang kadang alasan nelayan ini ekonomi gitu kan. Tapi intinya tetap sosialisasi pertama,” tandasnya. (bpc12)

Berita Terkini

Selasa, 02 Juni 2020 23:28

New Normal, Pesonna hotel Pekanbaru Berikan Penawaran Menarik Dengan Standar Halal Dan Higienitas Tinggi

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Manajemen Pesonna hotel Pekanbaru menyambut baik keputusan pemerintah pusat untuk membemberlakuan New Normal. Sejumlah pengetatan protokol kesehatan sudah mulai disusun, termasuk…

Selasa, 02 Juni 2020 18:28

Apapun Urusannya, Libatkan Agama Didalamnya

#ISLAMPEDIA

Selasa, 02 Juni 2020 18:01

Jemaah Haji Riau Gagal Berangkat, Ini Kata Gubri Syamsuar

#ISLAMPEDIA

Selasa, 02 Juni 2020 16:14

Positif Corona di Indonesia Masih Bertambah

#CORONA

Selasa, 02 Juni 2020 14:14

Gubri : Tolong Perketat Pengawasan Warga yang Masuk

#COVID-19

Selasa, 02 Juni 2020 13:27

BPS Sebut Sensus Online Diikuti 51 Juta Penduduk

#SENSUS