Pengusaha Diminta Belajar dari Nasi Goreng dan Kain Tenun

Rabu, 15 Januari 2014 15:16

BERTUAHPOS.COM, Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai pelaku usaha mandiri Indonesia (wirausahawan) sebenarnya bisa mengambil peluang usaha dengan memanfaatkan produk ciri khas bangsa ini seperti makanan, maupun pakaian khas untuk membangun bisnis di dalam negeri hingga mancanegara.
 Sebab, Presiden mengingatkan jika makanan dan pakaian Indonesia juga diminati bangsa lain. SBY mengaku melihat buktinya beberapa tahun lalu.

Dia bercerita satu momen di mana makanan asal Indonesia yakni nasi goreng dicari Presiden Negara Adidaya Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Itu terjadi saat Indonesia menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan East Asia Summit pada 2011 lalu di Bali.

“Kala itu jamuan santap malam, ada pertunjukkan seni budaya Indonesia. Esoknya saya duduk bersebelahan dengan Presiden Obama dan China. Obama menyampaikan kepada saya jika pertunjukan tadi malam bagus sekali dengan kesenian musik, tarian atraksi dan lainnya, tapi dia mau protes,” jelas Presiden saat membuka Wirausaha Muda Mandiri 2014 sekaligus pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional 2014 di Istora Senayan, Rabu (15/1/2014).

Ternyata, SBY menuturkan, Obama memprotes karena pada jamuan makan malam hanya sedikit makanan khas Indonesia yang disajikan. SBY pun mengaku meminta maaf pada Obama.

Baca: Serah Terima Jabatan Sekdaprov Siang Ini, Syamsuar Punya Kriteria Khusus Calon Sekda Baru?

Sebagai pelipur, SBY akhirnya menyajikan nasi goreng, bakso dan emping kepada Obama pada jamuan makan malam berikutnya. Kala itu dia meminta Menteri Sekteraris Kabinet Sudi Silalahi untuk menyiapkannya.

Setelah sempat melalui penolakan dari tim pengamanan Obama, akhirnya nasi goreng lolos pemeriksaaan dan disajikan kepada Presiden AS tersebut.

“Nasi goreng itu pun langsung diambil dan ludes habis. Tolong wirausaha kuliner ini menjadi inspirasi untuk mengembangkan kuliner Indonesia. Makanan Vietnam, Tiongkok dan lainnya ada di dunia dan makanan Indonesia suatu saat ada di seluruh dunia,” tegas SBY.

Demikian pula pakaian atau fashion dinilai berpotensi besar. Seperti pemakaian kain tenun asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertemuan APEC di Bali pada Oktober lalu di Bali.

“Kain tenun NTT dimodifikasi dengan gaya yang bagus dan pas dipakai oleh pemimpin dunia dan pendampingnya. Jadi fashion miliki masa depan yang baik,” lanjut dia. (Yas/Nrm/liputan6.com)