Debat Capres, Pramono: Prabowo Seperti Soeharto, Jokowi Layaknya Soekarno

Senin, 09 Juni 2014 19:33

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA  — Kedua kandidat pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres), Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta akan mengikuti acara resmi debat kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Balai Sarbini Jakarta, nanti malam.

 
Menanggapi hal itu, Politisi senior PDI Perjuangan, Pramono Anung ingin menggambarkan terlebih dahulu bahwa di debat nanti tentu akan berbeda komunikasi yang dilakukan Jokowi dengan Prabowo Subianto.
 
Jokowi menggambarkan sikap seorang pemimpin yang low context, bila dibandingkan dengan komunikasi yang digunakan Prabowo.
 
“Kalau kita lihat gaya bahasa gesrtur mata dan badan, maka komunikasi yang dilakukan oleh Jokowi dalam ilmu komunikasi adalah gaya komunikasi low conteks itu apa adanya, tidak menggunakan bahasa yang terlalu tinggi dan sangat gampang di cerna publik. Berbeda dengan pesaing beliau, pak Prabowo kalau dilihat narasi dan cara bertutur katanya dalam forum diskusi beliau lebih menggunakan gaya bahasa yang high context,penuh dengan simbol berlambang sistematis dan tidak menjawab pertanyaan publik,” kata Pramono dalam konfrensi persnya, soal kesiapan Jokowi-JK, di Media Center JKW4P, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6).
 
Lebih lanjut, Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK ini pun, juga membandingkan dengan dua tokoh besar bangsa ini, yakni Soekarno dan Soeharto.
 
Menurut dia, sosok kepemimpinan ploklamator Indonesia ini punya dua kharismatik, sebagai orator yang ulung Bung Karno dapat menempatkan posisinya sebagai low context, terutama bila berhadapan dengan rakyat.
 
Sedangkan, Soeharto mempunyai molel berkomunikasi yang high context, terlihat tidak mau berbicara dalam doorstop media massa, dimana semuanya dalam orasinya telah disiapkan.
 
“Kalau kita lihat Bung Karno yang mempunyai kharismatik kuat maka dalam berkomunikai beliau bisa di dua sisi, low dan high context. Secara menyeluruh Bung Karno maka gaya bahasa dia ketika berkomunikai langsung dengan rakyat dia low context. Tetapi ketika berkomunikai di forum intenasional, seperti di forum PBB high context, sehingga bung Karno bisa berada dimana saja, dengan dua sisi kharismatik tersebut,” paparnya.
 
“Pak Harto itu dalam komunikasi sangat high context, hampir tidak pernah bicara doorstop, dimana semua sudah dipersiapkan,” tandasnya.(Aktual)