• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Apakah PP Gambut Jadi Bumerang?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
27 Maret 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Peraturan Pemerintah (PP) nomor 71 tahun 2014 tentang perlindungan dan mengelolaan ekosistem gambut, dinilai akan berdampak negatif bagi pengusaha.

Peraturan yang mengharuskan pengusaha perkebunan menjaga debit ketinggian air hingga 0,4 meter ini dianggap merusak tanaman sawit atau HTI. Lalu apakah PP Gambut ini menjadi bumerang bagi pengusaha perkebunan sawit dan HTI di Riau?

Dosen Agroekologi Universitas Riau Suondo berpendapat bahwa PP tersebut sudah menjelaskan tentang konsep pembangunan perkebunan berkelanjutan, baik secara aspek ekologi, ekonomi dan sosial.

Ketiga aspek ini harus saling beterkaitan satu sama lain. “Jadi bukan dipertentangkan. Tapi disinergikan,” ujarnya kepada bertuahpos.com, Jumat (27/03/2015).

Anggota Perimpunan Gambut Indonesia Ini menyebutkan, pada dekade 90-an, secara ekonomi pengelolaan perkebunan di lahan gambut membutuhkan biaya sangat besar. Itu pula menjadi penyebab munculnya konflik yang tidak sedikit.

Namun bagi perusahaan, kondisi gambut di Riau dikelola habis-habisan. Pemerintah yang memulai jor-joran memberikan izin sebanyak-banyaknya kepada perusahaan untuk mengelola area tersebut.

Maka jangan heran kalau berdampak negatif pada debit air di lahan gambut yang menurun. “Tentu saja kawasan gambut yang ada jadi terganggu,” sambungnya.

Suondo menilai, bahwa di Riau sebagian besar praktek-praktek alih pungsi lahan gambut ini sangan terencana. Kehadiran PP nomor 71 tahun 2014 tidak lain bermaksud untuk mengembalikan kondisi itu. (Melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Pemerintah Belum Berani Ambil Sikap

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.