• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Filosofis Karlahut Jadi Guyonan Mardianto Manan

by
27 Agustus 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Setelah sebelumnya kalimat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dianggap tidak relevan dengan instansi yang menanganinya, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kalimat tersebut bertukar posisi menjadi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut).

Pada prinsipnya maksud dari kalimat itu sama saja. Namun hanya karena dianggap tidak singkron, makanya kalimat itu diputar balik. Menyindir hal itu ada saja guyonan yang dimunculkan oleh Pengamat Tata Kota Pekanbaru, Mardianto Manan.

Dosen Universitas Islam Riau itu mempelesetkan maksud Karlahut dipakai karena hutan sudah sedikit dibanding lahan di Riau. Sebab itu kata “lahan” dipakai lebih dulu ketimbang kata “hutan”.

“Saya ingat cerita nenek saya dulu. Di Kabupaten Taluk Kuantan dulu sangat banyak ilegaloging. Saya bertanya kepada nenek saya, kapan kegiatan mencuri kayu itu bisa berhenti. Nenek saya sebut, ilegaloging bisa berhenti kalau kayunya sudah habis,” ujarnya.

Teringat dengan ucapan itu, Mardianto juga ingat dengan kata “Karlahut” yang kini digunakan pemerintah dalam menyingkat istilah kebakaran lahan dan hutan. Jika bertanya kapan asap di Riau bisa berhenti, mungkin setelah hutan di Riau ini tidak ada lagi. Barulah asap di Riau hilang.

“Menyikapi masalah Karlahut di Riau, menurut saya ada yang aneh dengan sistem kontroling dari pemerintah. Apakah pemerintah harus menunggu hutan di Riau ini habis terbakar dulu, baru ambil tindakan?” ungkapnya.

Lebih jauh dia memberikan sikap terhadap kasus Karlahut di Riau, menurut pandangan Mardianto, Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelaku pembakar lahan dan hutan di Riau. Dia juga sempat menyinggung kasus SP3 15 perusahan yang diduga terlibat dalam kebakaran lahan oleh Polda Riau.

Dari tindakan tersebut, menurut dia jelas membuktikan bahwa pemerintah dan aparat penrgaj hukum belum memeberikan rasa keadilan baagi masyarakat, yang menjadi korban asap di Riau. “Masalahnyakna jelas, ada banyak perusahaan yang harusnya ditatpkan jadi tersangka malah dibebaskan oleh Polda Riau. Terus pemerintah mau diam saja?” sambungnya.

Satu hal lagi menurut Mardianto sangat penting. Pemerintah Provinsi Riau harus segera menuntaskan masalah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Riau. Masih bermunculnya titik api juga disebabkan oleh masalah tata ruang Riau yang belum jelas.

Akibatnya, terlalu banyak masyarakat dan perusahaan yang mengklaim sebagai tanah mereka, dan bertindak semena-mena untuk menggarapnya dengan cara membakar lahan. “Ada banyak kasus yang membuktikan setelah pelaku ditangkap dibebaskan karena ada bekingan dibelakangnya,” tambahnya.

Penulis: Melba

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

PT. Agung Automall Buka Lowongan Kerja

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.