BERTUAHPOS.COM — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada Selasa (29/9/2026), mengekor pelemahan pasar minyak nabati regional termasuk Bursa Komoditas Dalian. Kontrak Oktober 2026 turun RM33 menjadi RM4.433 per ton.
Pedagang independen di Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan kinerja lemah minyak nabati pesaing turut menekan sentimen pasar sawit lokal. Kekhawatiran atas kenaikan stok domestik juga menambah tekanan pada harga.
“Kenaikan stok terkait dengan membaiknya produksi, yang menambah ekspektasi pasokan lebih tinggi di pasar,” kata Ng dikutip dari Bernama, Rabu (30/9/2026).
Ia menambahkan, prospek pasokan yang lebih besar membuat minat beli tetap berhati-hati dan membatasi penguatan harga CPO sepanjang sesi perdagangan.
“Prospek pasokan yang lebih tinggi membuat minat beli tetap berhati-hati dan membatasi dukungan terhadap harga CPO selama sesi perdagangan,” ujarnya.
Ng memperkirakan harga akan menemukan support di level RM4.550 per ton dan resistance di RM4.700 per ton.
Selain kontrak Oktober, kontrak November 2026 melemah RM33 menjadi RM4.523 per ton, sementara kontrak Desember 2026 turun RM40 menjadi RM4.624 per ton.
Untuk kontrak jangka lebih panjang, Januari 2027 turun RM43 menjadi RM4.731 per ton, Februari 2027 melemah RM46 menjadi RM4.830 per ton, dan Maret 2027 terkoreksi RM42 menjadi RM4.926 per ton.
Volume perdagangan naik menjadi 114.553 lot dari 92.860 lot pada Senin, sementara open interest bertambah menjadi 339.820 kontrak dari sebelumnya 338.007 kontrak. Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Oktober South tercatat di level RM4.500 per ton.









