BERTUAHPOS.COM — Kontrak berjangka crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berpotensi kembali menguat pada pekan ini. Ekspektasi tersebut muncul di tengah perhatian pasar terhadap kemungkinan pasokan yang lebih ketat serta fundamental komoditas yang dinilai masih mendukung.
Dikutip dari Bernama, Senin, 31 Agustus 2026, David Ng, proprietary trader Iceberg X Sdn Bhd, memperkirakan harga CPO akan bergerak pada kisaran RM4.850 hingga RM5.000 per ton. Menurut dia, kondisi produksi sawit menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap pasar.
Salah satu risiko yang diperhatikan adalah cuaca panas dan kering yang berkaitan dengan El Niño. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi hasil produksi kelapa sawit dan pada akhirnya dapat memberikan pengaruh terhadap keseimbangan pasokan.
Perkiraan penguatan tersebut datang setelah harga sejumlah kontrak CPO justru mencatat penurunan dalam perdagangan dari Jumat ke Jumat. Kontrak September 2026 turun RM163 menjadi RM4.628 per ton.
Kontrak Oktober 2026 melemah RM146 menjadi RM4.788 per ton, sedangkan kontrak November 2026 turun RM124 menjadi RM4.894 per ton. Penurunan juga terjadi pada kontrak Desember 2026 sebesar RM89 menjadi RM4.988 per ton.
Untuk kontrak Januari 2027, harga berkurang RM51 menjadi RM5.067 per ton. Kontrak Februari 2027 juga terkoreksi, meski lebih tipis, yakni RM20 menjadi RM5.121 per ton.
Di tengah pelemahan tersebut, Jim Teh, senior palm oil trader Interband Group of Companies, masih melihat kecenderungan bullish pada kontrak CPO untuk pekan depan. Ia mengaitkan prospek tersebut dengan kondisi stok CPO di Malaysia dan Indonesia.
Faktor permintaan juga tetap menjadi bagian penting dalam pergerakan pasar. Permintaan fisik diperkirakan datang terutama dari China, India, Pakistan, Uni Eropa, Asia Barat, serta Amerika Serikat.
Data perdagangan mingguan menunjukkan aktivitas pasar CPO juga mengalami penurunan. Volume transaksi tercatat 466.029 lot, lebih rendah dibandingkan 682.863 lot pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, open interest turun dari 342.115 kontrak menjadi 332.943 kontrak. Perubahan tersebut menunjukkan adanya penurunan jumlah kontrak yang masih terbuka selama periode perdagangan tersebut.
Di pasar fisik, harga CPO September untuk wilayah Selatan Malaysia tercatat RM4.650 per ton. Harga tersebut mengalami penurunan RM120 dibandingkan periode sebelumnya.
Pergerakan harga dalam sepekan terakhir dengan demikian menunjukkan tekanan jangka pendek, sementara proyeksi untuk pekan berikutnya masih mengarah pada sentimen positif. Pasar akan mencermati perkembangan pasokan, kondisi cuaca, stok di negara produsen, serta permintaan dari pasar internasional.
Perpaduan faktor tersebut menjadi perhatian dalam menentukan arah kontrak CPO pada perdagangan berikutnya. Untuk saat ini, proyeksi yang disampaikan pelaku pasar menempatkan CPO dalam kecenderungan bullish dengan kisaran harga yang dapat mencapai RM5.000 per ton.









