BERTUAHPOS.COM — Harga CPO pada perdagangan kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Rabu, 19 Agustus 2026, didorong kenaikan minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT). Seluruh kontrak acuan mencatatkan kenaikan, dengan kontrak Januari 2027 menembus level RM5.033 per ton.
David Ng, trader internal dari Iceberg X Sdn Bhd, mengatakan bahwa kenaikan harga minyak mentah di tengah konflik AS-Iran turut memperkuat sentimen pasar. Ia menilai faktor eksternal yang solid dan potensi gangguan produksi menjaga harga CPO tetap stabil.
“Kekhawatiran bahwa kondisi cuaca terkait El Nino dapat mengurangi produksi minyak sawit juga memicu ekspektasi akan pasokan yang lebih ketat. Kombinasi pasar eksternal yang lebih kuat dan kekhawatiran atas produksi terus menjaga pasar CPO tetap stabil,” kata Ng, dikutip dari Bernama.
Ng memperkirakan harga CPO akan mendapat dukungan di atas RM4.850 per ton. Adapun level resistensi berada di RM4.980 per ton.
Sementara itu, Direktur Jenderal Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia), Dr. Mohd Hisham Mohd Anip, menyatakan potensi El Nino kategori “sangat kuat” atau “Super El Nino” pada triwulan terakhir 2026. Ia menegaskan fenomena itu umumnya membawa kondisi lebih panas dan kering.
Pada penutupan perdagangan, kontrak September 2026 naik RM38 menjadi RM4.654 per ton dan kontrak Oktober 2026 menguat RM40 menjadi RM4.794 per ton. Kontrak November 2026 bertambah RM33 menjadi RM4.893 per ton.
Kontrak Desember 2026 naik RM29 menjadi RM4.972 per ton dan kontrak Januari 2027 naik RM26 menjadi RM5.033 per ton. Kontrak Februari 2027 meningkat RM23 menjadi RM5.071 per ton.
Volume perdagangan menurun menjadi 142.285 lot dari 165.588 lot. Open interest melebar menjadi 336.503 kontrak dari 333.655 kontrak.
Risiko cuaca tersebut menambah keyakinan pasar terhadap penguatan harga CPO. Sentimen pasokan yang lebih ketat tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.
“Kemungkinan El Nino mencapai kategori ‘sangat kuat’ atau ‘Super El Nino’ antara Oktober dan Desember telah meningkat menjadi lebih dari 90 persen. Kondisi ini biasanya membawa cuaca lebih panas dan kering,” kata Dr. Mohd Hisham.









