BERTUAHPOS.COM — Sektor transportasi menjadi penyumbang utama inflasi Juni 2026 secara bulanan dengan andil 4,57 persen. Kenaikan harga BBM akibat dinamika global disebut sebagai pemicu utama lonjakan tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menjelaskan, tekanan harga minyak dunia seperti kondisi saat ini memang sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu, fokus pengendalian inflasi harus diarahkan pada komponen pangan yang lebih memungkinkan diintervensi.
“Kelompok transportasi banyak disebabkan karena kenaikan BBM yang dipengaruhi harga dunia. Yang perlu kita lakukan adalah fokus pada makanan, minuman, dan tembakau,” sebutnya, dalam rakor bersama dengan Pemda secara virtual, Senin, 6 Juli 2026.
Secara umum, inflasi bulanan Juni tercatat naik 0,44 persen dibanding Mei 2026. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tahunan sebesar 4,67 persen.
Adapun 10 provinsi dengan inflasi tertinggi dipimpin Papua Pegunungan sebesar 7,84 persen. Posisi terendah di antara sepuluh besar ditempati Kepulauan Riau dengan inflasi 4,67 persen.
“Kita harus berusaha sekeras-kerasnya agar kelompok makanan, minuman, dan tembakau tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan. Apa yang kita lakukan harus membuahkan hasil yang baik,” tegas Tomsi.
Bagi provinsi yang inflasinya berada di atas rata-rata nasional, Tomsi meminta segera memperbaiki langkah pengendalian. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk menekan laju kenaikan harga di daerah.
“Provinsi yang angka inflasinya di atas nasional harus melihat lagi langkah-langkah apa yang perlu diperbaiki. Saya minta segera dilaksanakan,” tegasnya.









