BERTUAHPOS.COM — Nilai ekspor nonmigas Riau ke 13 negara tujuan utama mencapai US$6.133,95 juta sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka ini melonjak 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan, sektor industri pengolahan masih mendominasi ekspor nonmigas provinsi ini. Lemak dan minyak hewan serta nabati menjadi motor pertumbuhan dengan kenaikan ekspor senilai US$559,66 juta atau 13,54 persen.
“Kami mencatat kenaikan ekspor industri pengolahan sebesar 9,78 persen dibanding Januari-Mei 2025,” ujarnya kepada Bertuahpos, Senin, 6 Juli 2026.
Dari 10 komoditas ekspor utama, 6 di antaranya membukukan peningkatan nilai ekspor yang signifikan. Komoditas bahan kimia organik mencatat kenaikan paling tajam sebesar 74,68 persen dengan tambahan US$193,54 juta.
Berbagai produk kimia juga naik 5,94 persen atau US$57,66 juta, diikuti berbagai makanan olahan yang meningkat 20,20 persen. Ampas dan sisa industri makanan turut menyumbang kenaikan 25,04 persen, sementara kertas dan karton naik tipis 0,84 persen.
Di sisi lain, 4 komoditas utama mengalami kontraksi nilai ekspor sepanjang periode tersebut. Bubur kayu atau pulp turun US$109,38 juta atau 13,67 persen, sementara buah-buahan anjlok 48,05 persen.
Serat stapel buatan juga menurun 6,41 persen dan bahan-bahan nabati terkoreksi 1,93 persen. Sepuluh golongan barang tersebut menyumbang 99,35 persen dari total ekspor nonmigas Riau.
Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$1.546,03 juta atau 18,72 persen dari total ekspor nonmigas Riau. India dan Malaysia menyusul dengan kontribusi masing-masing 8,40 persen dan 7,58 persen.
“Ekspor ke Tiongkok naik 22,22 persen, ke Amerika Serikat naik 16,59 persen, dan ke Vietnam naik 17,89 persen,” kata Asep Riyadi. Selain itu, BPS juga mencatat adanya penurunan ekspor ke Bangladesh, Belanda, Malaysia, dan Filipina.
Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN pada Januari-Mei 2026 tumbuh 2,90 persen menjadi US$1.464,01 juta. Sebaliknya, ekspor ke Uni Eropa turun 5,25 persen menjadi US$957,24 juta.
Pada Mei 2026 saja, ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai US$312,39 juta, ke Rusia US$119,58 juta, dan Malaysia US$99,36 juta. Peningkatan ekspor ke berbagai negara tujuan utama mendorong total ekspor sepuluh golongan barang naik 9,53 persen.
Sektor industri pengolahan mencatat ekspor US$1.477,10 juta pada Mei 2026, turun 2,08 persen dibanding Mei 2025. Produk pertanian juga mengalami kontraksi 13,64 persen menjadi US$26,91 juta.
Meski demikian, secara kumulatif Januari-Mei 2026, ekspor produk industri pengolahan masih tumbuh 9,78 persen. Sementara itu, ekspor produk pertanian menurun 11,08 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekspor nonmigas Riau ke 13 negara tujuan utama naik US$461,82 juta, didorong oleh permintaan kuat dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Vietnam,” ujar Asep.









