BERTUAHPOS.COM — Konflik geopolitik di Timur Tengah memicu perubahan sentimen pasar valuta asing pada Rabu, 10 Juni 2026.
Nilai tukar rupiah merespons positif dengan melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat.
Rupiah berhasil menembus level psikologis Rp 17.900 per dolar AS di awal perdagangan, dan meninggalkan kenaikan psikologis yang sebelumnya sempat menyentuh Rp18.000 lebih per dolar AS.
Data Bloomberg melaporkan nilai tukar rupiah menguat 149,50 poin atau 0,83% menjadi Rp 17.908 per dolar AS. Penguatan ini terjadi meskipun indeks dolar AS sendiri menguat 0,09% ke level 99,996.
Amerika Serikat baru saja melancarkan serangan terhadap Iran yang menggetarkan pasar global. Investor beralih ke aset aman sambil menunggu data inflasi AS untuk membaca langkah Federal Reserve.
Indeks dolar AS mencatat kenaikan tipis 0,01% menjadi 100,02 di tengah ketidakpastian tersebut. Mata uang Eropa seperti euro tertekan turun 0,05% menjadi $1,1537 per dolar AS.
Poundsterling Inggris turut merosot 0,04% menjadi $1,337 per dolar AS. Yen Jepang melemah 0,03% menjadi 160,38 per dolar AS. Level 160 menjadi zona kritis yang memicu spekulasi intervensi bank sentral Jepang.
Ekonomi AS terlihat lebih tangguh menghadapi guncangan harga energi dibanding mitra dagangnya. Ketangguhan ekonomi AS memperkuat posisi dolar sebagai haven asset selama konflik berkepanjangan.
Tekanan ini berdampak langsung pada pelemahan euro dan yen Jepang di pasar spot. Bank of Japan menghadapi ekspektasi tinggi terkait kenaikan suku bunga yang sudah diantisipasi pasar.
“Diperlukan komentar yang agak agresif dari Gubernur (Kazuo) Ueda yang memberi sinyal bahwa BOJ dapat mempercepat kenaikan suku bunga berikutnya dari Desember ke September,” ujar Tony Sycamore, analis pasar di IG.









