• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dunia Murka Usai Sekolah Putri di Iran Dibom, UNESCO: Targetkan Pendidikan adalah Pelanggaran Berat

Sekolah putri di Iran dibom, 150 orang tewas. UNESCO, PBB, dan Malala mengecam keras serangan yang dinilai langgar hukum humaniter internasional.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
2 Maret 2026
Dunia Murka Usai Sekolah Putri di Iran Dibom

Foto: Hukum Online.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Pemboman sebuah sekolah dasar khusus perempuan di wilayah selatan Iran memicu kemarahan global dan gelombang kecaman dari berbagai lembaga internasional. UNESCO menegaskan serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional karena menyasar fasilitas pendidikan dan warga sipil.

Serangan yang terjadi di Kota Minab pada Sabtu, 1 Maret 2026 itu dilaporkan berlangsung di tengah operasi militer Amerika Serikat dan Israel. Ledakan menghancurkan bangunan sekolah dan menewaskan sekitar 150 orang serta melukai hampir 100 lainnya. Banyak korban disebut merupakan siswi yang sedang berada di lingkungan sekolah.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, UNESCO mengaku sangat prihatin atas eskalasi konflik yang terus meningkat hingga hari berikutnya. Lembaga PBB tersebut menegaskan bahwa sekolah merupakan zona perlindungan yang tidak boleh menjadi sasaran serangan dalam situasi perang.

“Serangan terhadap lembaga pendidikan membahayakan siswa dan guru serta merusak hak atas pendidikan,” tulis UNESCO dalam pernyataan resminya, dilansir dari Asia Today, Senin, 2 Maret 2026.

UNESCO juga bergabung dengan sejumlah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa lainnya untuk mengutuk rangkaian serangan militer dan aksi balasan yang terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah. Mereka memperingatkan bahwa masyarakat sipil menjadi pihak yang paling menderita dalam konflik yang terus meluas.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan. Ia menekankan pentingnya semua pihak mematuhi hukum internasional dan memastikan perlindungan warga sipil tetap menjadi prioritas utama.

Kecaman keras juga datang dari Utusan Perdamaian PBB sekaligus peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai. Aktivis pendidikan perempuan itu mengaku terpukul atas tragedi tersebut.

“Saya patah hati dan terkejut. Pembunuhan warga sipil, terutama anak-anak, adalah tindakan yang tidak dapat diterima, dan saya mengutuknya tanpa ragu,” tulis Malala melalui unggahan di media sosial.

Ia mendesak penghentian segera kekerasan serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat. Menurutnya, setiap negara memiliki kewajiban hukum untuk melindungi warga sipil dan menjaga keamanan sekolah.

“Semua negara dan pihak harus menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional untuk melindungi warga sipil dan menjaga keamanan sekolah. Setiap anak berhak untuk hidup dan belajar dalam damai,” tegasnya.

Serangan terhadap sekolah ini kembali memunculkan kekhawatiran global mengenai keselamatan warga sipil dalam perang modern. Ketika institusi pendidikan—yang seharusnya menjadi simbol harapan dan masa depan—ikut menjadi sasaran, dampaknya tidak hanya terasa di medan konflik, tetapi juga mengguncang solidaritas dunia internasional.***

Tags: IranTimur Tengah
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah
Ekonomi

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah

...

Read moreDetails
Target Sanksi Bank AS Meluas, Mesir dan Turki di Radar

Target Sanksi Bank AS Meluas, Mesir dan Turki di Radar

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Aset Iran Senilai US$6 Miliar di Qatar Segera Dicairkan Bertahap

Aset Iran Senilai US$6 Miliar di Qatar Segera Dicairkan Bertahap

Next Post
PGN Area Pekanbaru Berbagi di Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Pelanggan Jargas Perawang

PGN Area Pekanbaru Berbagi di Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Pelanggan Jargas Perawang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.