BERTUAHPOS.COM – Amerika Serikat memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran melalui Operation Economic Outcast. Dalam kerangka operasi itu, pemerintah AS akan mengumumkan sanksi terhadap sebuah bank besar pada Senin, 14 September /2026.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi rencana tersebut. Ia menyebut pengumuman sanksi dijadwalkan pekan depan untuk menghormati memori para korban tragedi 11 September lalu.
Bessent belum mengungkap nama bank maupun negara asalnya. Namun, ia mengisyaratkan bank terbesar di Turki yang terbukti membantu keuangan Iran akan menghadapi penutupan dan sanksi serupa.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap kantor cabang di Dubai milik bank terbesar kedua di Mesir. Bank itu diduga memfasilitasi alokasi dana US$1,8 miliar kepada Iran.
Sejak konflik Timur Tengah pecah pada Februari 2026, AS gencar menerapkan sanksi ekonomi terhadap Iran. Intensitasnya meningkat bulan lalu melalui Operation Economic Outcast.
Operasi itu telah menjerat hampir 60 entitas, kapal, dan individu. Sanksi sekunder juga diperluas ke pihak asing yang berbisnis dengan Iran.
Sektor pelayaran dan teknologi menjadi fokus perluasan sanksi. Tujuannya memutus akses Iran dari sistem perbankan global.
AS menilai aliran dana Iran digunakan untuk membiayai program militer dan jaringan sekutunya di Timur Tengah.
Sanksi sekunder menyasar lembaga keuangan di negara ketiga seperti Uni Emirat Arab, Mesir, dan Turki. Mereka dianggap memfasilitasi transaksi terlarang.
Operation Economic Outcast menandai fase baru isolasi Iran dari jalur perdagangan dan teknologi internasional.
Pengumuman sanksi bank besar pada 14 September 2026 menjadi langkah terbaru dalam strategi tersebut.









