• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

China Beralih ke Minyak Nabati Lebih Murah, Permintaan Sawit Terancam Melemah

China beralih ke minyak kedelai dan kanola yang lebih murah, permintaan sawit melemah dan berpotensi menekan harga CPO global 2026.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 Februari 2026
Harga CPO Malaysia Menguat, Ada Harapan dari Permintaan India. Ekspor Melemah, Harga CPO Turun. Bea Keluar Ikut Merosot Akibat Harga CPO yang Turun

Buah sawit berondolan | Foto: Dok. Bertuahpos.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Permintaan minyak sawit global berpotensi melemah pada 2026 seiring meningkatnya pasokan minyak nabati alternatif yang lebih murah ke China. Kondisi ini menjadi sinyal peringatan bagi pelaku industri sawit Indonesia karena China merupakan pasar terbesar minyak sawit dunia.

China saat ini memperoleh pasokan minyak kedelai dan minyak kanola dengan harga yang lebih kompetitif. Diskon harga tersebut membuat importir di negara itu memiliki lebih banyak pilihan selain minyak sawit. Dampaknya, volume impor sawit berisiko tertekan dan memengaruhi pergerakan harga crude palm oil (CPO) di pasar global.

Kesepakatan dagang China dengan Kanada membuka akses lebih luas terhadap minyak kanola dengan tarif dan harga yang lebih bersaing. Selain itu, China juga meningkatkan pembelian kanola dari Australia serta memperbesar impor minyak kedelai dalam jumlah signifikan. Lonjakan suplai ini memperkuat stok minyak nabati domestik dan menekan kebutuhan impor sawit.

Pelaku pasar menilai permintaan China tidak akan melonjak signifikan meski memasuki momentum konsumsi seperti Tahun Baru Imlek. Importir disebut semakin sensitif terhadap pergerakan harga di bursa komoditas, termasuk di Dalian Commodity Exchange, yang menjadi acuan perdagangan minyak nabati di China.

Tekanan juga terasa di kawasan Asia Tenggara. Data otoritas sawit Malaysia menunjukkan ekspor ke China mengalami penurunan tajam sepanjang tahun lalu. Situasi ini memperlihatkan adanya pergeseran preferensi pembeli China ke minyak nabati alternatif.

Di sisi lain, produksi sawit yang kuat di Indonesia serta output minyak kedelai global yang tinggi turut membebani pasar. Kombinasi pasokan melimpah dan persaingan harga antarminyak nabati berpotensi membuat harga CPO bergerak lebih rendah dalam jangka menengah.

Meski demikian, China tetap bergantung pada impor minyak nabati seperti minyak sawit, minyak kedelai, kanola, dan bunga matahari untuk memenuhi kebutuhan domestik. Saat ini, minyak kedelai masih mendominasi sekitar 40% konsumsi minyak goreng di negara tersebut. Sementara itu, penggunaan minyak sawit terus tumbuh secara bertahap karena sifatnya yang serbaguna dan memiliki daya simpan lebih lama.

Perkembangan ini menjadi perhatian serius bagi eksportir sawit Indonesia. Dinamika permintaan China akan sangat menentukan arah harga CPO global, sekaligus memengaruhi kinerja ekspor dan penerimaan devisa nasional pada 2026.***

Sumber: CNBC Indonesia

Tags: harga CPO
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Diprediksi Naik Minggu Depan, Konflik AS-Iran Jadi Pendorong Utama
Ekonomi

Biodiesel dan El Niño Bakal Topang Harga CPO hingga 2027

...

Read moreDetails
Harga CPO Tertekan Akibat Produksi Melimpag dan Ekspor Lesu, Kontrak Berjangka Rontok

Harga CPO Tertekan Stok Malaysia 3,51 Juta Ton

Harga CPO Menguat, Cek Selengkapnya di Sini. Minyak Sawit Indonesia Tetap Primadona di Tengah Setralisasi Ekspor

Harga CPO Berisiko Tertekan Akibat Stok Melimpah

Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Harga Kontrak CPO Malaysia Kompak Turun, Berikut Proyeksi Harga Pekan Ini

Harga Kontrak CPO Malaysia Kompak Turun, Berikut Proyeksi Harga Pekan Ini

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Next Post
Produksi Padi Riau

Produksi Padi Naik 12,7%, Pemprov Riau Genjot Kemandirian Beras hingga 2029

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.