• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bangau Jawa Langka Muncul Kembali di Taman Nasional U Minh Thuong

Bangau Jawa yang terancam punah kembali terlihat di Taman Nasional U Minh Thuong, Vietnam. Populasinya langka dan bergantung pada ekosistem lahan basah.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 Desember 2025
Bangau Jawa Langka Muncul Kembali di Taman Nasional U Minh Thuong

Bangau Jawa mencari makan di Taman Nasional U Minh Thuong | Foto: MINH DIEN

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Kemunculan burung bangau Jawa (Leptoptilos javanicus) di Taman Nasional U Minh Thuong kembali memantik harapan bagi upaya konservasi satwa langka.

Spesies burung yang masuk daftar terancam punah ini memiliki populasi global kurang dari 10.000 individu dan semakin jarang dijumpai di alam liar, seperti dikutip dari Vietnam.vn.

Bangau Jawa, yang juga dikenal sebagai bangau serigala, tersebar terbatas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Thailand, serta sebagian kecil wilayah Vietnam.

Di Vietnam, spesies ini hanya tercatat di kawasan Selatan Tengah dan Selatan, termasuk U Minh Thuong.

Burung ini mudah dikenali dari penampilannya yang unik. Kepala dan lehernya botak dengan sedikit atau tanpa bulu, sementara tubuhnya didominasi warna hijau gelap pada sayap dan punggung, perut putih, serta kaki berwarna hitam pucat. Bangau Jawa dewasa dapat tumbuh hingga 1,2 meter dengan berat mencapai 6–8 kilogram.

Bangau Jawa bergantung pada ekosistem lahan basah untuk bertahan hidup. Makanannya meliputi ikan, katak, dan ular kecil, sehingga rawa-rawa, padang rumput tergenang, tepi hutan, dan kawasan pesisir menjadi habitat penting bagi spesies ini.

Menurut Tran Van Thang, Wakil Direktur Taman Nasional U Minh Thuong, kawasan tersebut pernah menjadi lokasi berkembang biak bangau Jawa. 

Pada 2002, petugas menemukan tujuh sarang di hutan Melaleuca lahan gambut, dengan empat sarang berisi anak burung.

Survei lanjutan mencatat 42 individu, dan pada Juni 2003 jumlahnya sempat meningkat menjadi 114 ekor, angka tertinggi yang pernah tercatat di taman nasional itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah bangau Jawa terus menurun. Penyusutan habitat, berkurangnya area mencari makan, serta kebakaran hutan Melaleuca diduga menjadi faktor utama yang merusak lingkungan hidup burung tersebut.

“Baru-baru ini kami kembali mencatat seekor bangau Jawa mencari makan di kawasan tergenang air sebelum terbang ke dalam hutan Melaleuca. Ini sinyal positif,” ujar Tran Van Thang.

Ia menegaskan pihak taman nasional terus berupaya menjaga keberlanjutan ekosistem agar bangau Jawa dan satwa lain dapat kembali berkembang biak.

Pemandu wisata setempat, Truong Be Diem, mengaku dalam beberapa tahun terakhir hampir tidak pernah lagi melihat bangau Jawa secara langsung.

“Kemungkinan mereka berpindah ke area terbuka karena sulit mendapatkan makanan di semak yang terlalu rapat,” katanya.

Untuk menjaga kelestarian, pengelola wisata memilih mengamati burung tersebut dari kejauhan agar tidak mengganggu aktivitas alaminya.

Pengalaman serupa juga dialami Tran Cong Minh, warga Ca Mau, yang secara tak sengaja melihat bangau Jawa saat memancing. Awalnya ia mengira burung itu bangau biasa.

“Setelah tahu ini burung langka yang masuk Buku Merah, rasanya sangat beruntung bisa melihatnya langsung,” ujarnya.

Taman Nasional U Minh Thuong dikenal memiliki empat ekosistem utama, yakni hutan Melaleuca di tanah gambut, hutan campuran gambut, hutan Melaleuca tanah liat, dan padang rumput.

Kawasan ini menjadi rumah bagi 334 spesies tumbuhan, 190 spesies burung, serta puluhan mamalia, reptil, ikan, dan amfibi. Tercatat 57 spesies di antaranya masuk kategori langka dan terancam punah.

Kembalinya bangau Jawa terlihat di alam liar menjadi pengingat pentingnya perlindungan lahan basah dan hutan gambut. Tanpa upaya konservasi berkelanjutan, salah satu burung paling langka di Asia Tenggara ini terancam benar-benar menghilang dari habitat alaminya.***

Tags: lingkungansatwa
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
Tukar uang berama. Rupiah Melemah ke Rp16.750 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi AS dan Geopolitik

Rupiah Melemah ke Rp16.750 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi AS dan Geopolitik

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.