BERTUAHPOS.COM — Pemprov Riau menaruh perhatian serius setelah insiden drone sipil mengganggu operasi heli kopter water bombing di Kabupaten Kampar belum lama ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau meminta masyarakat tidak menerbangkan drone saat helikopter sedang beroperasi memadamkan titik api di lahan terbakar. Saat tim gabungan sedang melakukan pemadaman dari udara.
“Kemarin itu ada warga sipil yang menerbangkan drone di lokasi berdekatan dengan titik pemadaman,” kata Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, Selasa, 25 Agustus 2026.
Edy menjelaskan kejadian itu terekam saat helikopter water bombing tengah menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan tersebut.
Menurutnya, drone yang mengikuti pergerakan helikopter itu diduga digunakan warga untuk mengambil dokumentasi tanpa menyadari bahaya yang ditimbulkan.
“Kehadiran drone di ruang udara operasi dinilai sangat berisiko karena berpotensi bertabrakan langsung dengan helikopter,” katanya.
Selain mengganggu manuver pilot saat menjatuhkan air, drone itu juga dapat mengacaukan sistem navigasi dan komunikasi pesawat selama proses pemadaman berlangsung.
Gangguan semacam ini berpotensi memperlambat pemadaman titik api sekaligus memperluas dampak sebaran karhutla di lapangan.
Risiko fatal berupa kecelakaan penerbangan turut mengancam keselamatan awak helikopter maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Penanganan karhutla Riau saat ini masih mengandalkan kombinasi operasi darat dan udara di berbagai kabupaten. BPBD mencatat luas lahan terbakar di Riau telah menembus belasan ribu hektare, sehingga dukungan armada helikopter water bombing sangat diperlukan.
Atas dasar itu, Edy mengimbau masyarakat mengutamakan keselamatan bersama dengan menahan diri tidak menaikkan drone selama operasi udara berlangsung.
“Dukungan warga terhadap penanganan karhutla Riau diharapkan mempercepat pemadaman titik api sekaligus mencegah kabut asap semakin meluas,” katanya.









