BERTUAHPOS — Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata (SF) Hariyanto, menegaskan bahwa polemik yang terjadi di SPR Trada — anak BUMD PT SPR — akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah provinsi. Ia memastikan seluruh permasalahan internal BUMD tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian.
Polemik yang terjadi di internal SPR Trada terjadi sejak September lalu, yang mana PT SPR sebagai perusahaan induk, ngotot ingin mengganti Direktur Utama yang kala itu dijabat oleh Bemi Hendrias.
Setelah dilakukan RUPSLB, posisi Bemi sebagai Dirut digantikan oleh Tata Haira. Namun hanya dalam hitungan bulan, PT SPR Trada malah merumahkan 18 dari 22 karyawannya dengan alasan krisis finansial sehingga tidak bisa menggaji karyawannya.
SF Hariyanto menyebut evaluasi tersebut mencakup penilaian terhadap kinerja direksi dalam mengelola perusahaan. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menilai apakah manajemen mampu menjalankan tugas secara profesional dan memberikan dampak positif terhadap tata kelola perusahaan.
Ia menambahkan bahwa evaluasi tidak hanya menyasar perusahaan anak seperti SPT Trada, tetapi juga perusahaan induk beserta seluruh jaringan usaha di bawahnya. Menurutnya, pengawasan menyeluruh perlu dilakukan agar potensi masalah dapat diidentifikasi sejak dini.
“Polemik yang terjadi di SPT Trada tentu akan menjadi bahan evaluasi. Itu bagian dari hasil kinerja direksi terhadap perusahaan yang mereka kelola,” ujar SF Hariyanto.
Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap BUMD memiliki kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, jika BUMD justru terseret masalah internal, sulit berharap perusahaan tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
SF Hariyanto mengingatkan bahwa BUMD dibentuk untuk memperkuat ekonomi daerah melalui usaha yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau tidak akan ragu melakukan langkah koreksi bila ditemukan kelemahan pengelolaan.
“Kita ingin BUMD berkontribusi untuk PAD. Kalau masih berkutat dengan masalah internal, bagaimana bisa memberi kontribusi untuk pembangunan daerah,” tegasnya.***









