• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

COP30, Pendanaan Iklim untuk Masyarakat Adat

COP30 Brasil menyoroti skema pendanaan iklim TFFF untuk negara hutan tropis. Indonesia didorong akui hak masyarakat adat dalam penyaluran dana.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 November 2025
Dana Hibah Iklim untuk Masyarakat Adat

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (COP30) di Belém, Brasil, 10–21 November 2025, kembali menempatkan isu pendanaan iklim sebagai sorotan utama. Brasil sejak awal sudah melobi sejumlah negara pemilik hutan tropis, termasuk Indonesia, untuk mendukung skema pendanaan baru yang mereka gagas.

Dikutip dari Tempo.co, pendanaan iklim menjadi topik rutin dalam gelaran COP karena menjadi instrumen global untuk membantu negara berkembang melakukan mitigasi dan adaptasi krisis iklim. Skema ini diharapkan menekan emisi gas rumah kaca sehingga kenaikan suhu bumi bisa tetap berada pada batas 1,5 derajat celsius sesuai target Perjanjian Paris.

Berbeda dari mekanisme sebelumnya, Brasil memperkenalkan skema Tropical Forest Forever Facility (TFFF) yang mengedepankan prinsip dana gotong royong. Skema ini menawarkan insentif finansial jangka panjang bagi negara-negara pemilik hutan tropis sebagai imbal balik atas peran mereka menjaga kawasan hutan dunia.

Dalam rancangan TFFF, Brasil mengalokasikan 20% dari keuntungan pengelolaan dana untuk masyarakat adat. Pemerintah Brasil menilai masyarakat adat memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelestarian hutan dan menekan laju emisi. Berbagai penelitian internasional selama ini juga menunjukkan peran signifikan masyarakat adat dalam perlindungan kawasan hutan.

Penelitian International Institute for Environment and Development (IIED) yang ditulis Krystyna Swiderska menunjukkan hampir setengah miliar masyarakat adat di 90 negara memiliki hubungan budaya dan spiritual kuat dengan wilayah hutan mereka. Banyak komunitas adat mengembangkan solusi lingkungan berbasis pengetahuan tradisional, seperti Potato Park di Peru yang melindungi ratusan varietas kentang asli sebagai bentuk ketahanan pangan saat perubahan iklim.

Tulisan Alif Ilham Fajriadi mengenai perkembangan terbaru di COP30 menyebutkan bahwa dana TFFF telah mencapai US$5,5 miliar atau sekitar Rp92 triliun. Nilai itu diperkirakan terus bertambah karena masih ada negara dan lembaga pendanaan internasional yang menyatakan minat untuk bergabung.

Namun salah satu tantangan besar yang muncul adalah mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat adat. Banyak negara belum memiliki regulasi jelas tentang pengakuan wilayah adat maupun hutan adat. Di Indonesia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mendesak pemerintah mempercepat pengakuan hukum dan perlindungan hak-hak masyarakat adat serta menghentikan praktik perampasan wilayah adat.***

Tags: lingkunganperubahan iklim
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global

Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Next Post
Penyerahan secara simbolis bantuan sembako kepada masyarakat pada rangkaian kegiatan Founder's Day 2025.

Semangat Better Together, Founder’s Day 2025 RAPP Wujudkan Kebersamaan dan Dampak Positif bagi Masyarakat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.