BERTUAHPOS — POSCO International Corp, unit perdagangan dari POSCO Group Korea Selatan, resmi mengakuisisi PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dalam transaksi senilai sekitar 1,3 triliun won atau US$884,7 juta. Langkah ini diumumkan perusahaan pada Kamis, 20 November 2025, sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran mereka di bisnis biofuel global.
Aksi korporasi dilakukan sehari sebelumnya, Rabu, 19 November 2025, melalui pembelian saham pengendali SGRO. Dengan transaksi tersebut, POSCO International kini menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia itu.
Perusahaan menegaskan akuisisi ini merupakan investasi strategis untuk memperkuat rantai pasok minyak sawit di pasar internasional. POSCO International menargetkan posisi lebih kuat dalam penyediaan bahan baku biofuel, sejalan dengan meningkatnya permintaan global akan energi ramah lingkungan.
Sampoerna Agro, milik taipan Putera Sampoerna, selama ini mengoperasikan perkebunan sawit di Sumatra dan Kalimantan. Perusahaan ini juga memiliki unit usaha produksi benih unggul serta lembaga penelitian pertanian yang memperkuat hulu bisnis sawit nasional.
Lewat akuisisi tersebut, POSCO International menambah 128.000 hektare area perkebunan ke portofolio agronya di Indonesia. Jika digabungkan dengan operasi yang telah berjalan, total area kelola perusahaan mencapai 150.000 hektare.
POSCO International bukan pemain baru di industri sawit. Perusahaan pertama kali masuk ke sektor ini pada 2011, dan kini mengoperasikan tiga pabrik minyak sawit di Papua dengan kapasitas produksi hingga 210.000 ton per tahun.
Pasar merespons positif aksi korporasi ini. Saham SGRO pada perdagangan Kamis (20/11) langsung melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setelah adanya transaksi jumbo di pasar negosiasi.***









