BERTUAHPOS — Tanah pelalawan itu subur karena dilintasi garis khatulistiwa. Di atasnya berlimpah kelapa sawit dan hutan akasia. Hutan tropisnya lebat, sektor pertanian, perikanan dan kelautannya pun, masih sangat kuat, dan di dalam buminya mengandung minyak dan gas.
Menurut data historis Pemda setempat, produksi gas bumi di Pelalawan mencapai 5.716,76 kaki kubik (MSCF) pada 2012. Penemuan terbaru sekitar Maret 2024, oleh PT Energi Mega Persada (EMP) Tbk, mengungkap kandungan gas di sumur eksplorasi Central East Napuh-01 (CEN-01) diperkiraan mencapai 126 miliar kaki kubik (BCF), di kedalaman 2,093 ft.
Sumber energi itu tersembunyi di beberapa lapisan reservoir dengan ketebalan hingga 57 ft. Gas ini lah yang dimanfaatkan PGN untuk dialirkan ke dapur-dapur rumah warga — lewat program Jargas.

Menjelang siang, pada Rabu, 3 September 2025, kami berkunjung ke Metering Regulating Station (MRS) milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Pekanbaru. Lokasinya di tengah pemukiman warga di Jalan Pulau Payung, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Riau.
Tempat ini tak begitu besar. Dipagari kawat besi dan tertutup rapat. Karena ini objek vital nasional, tentu tak sembarang orang bisa mengakses. “Ada SOP-nya,” kata Riza Fahri, salah seorang teknisi PGN yang mendampingi saya saat itu.
Di dalam pagar kawat ini terdapat beberapa kotak besi hijau memanjang. Ada banyak pipa kuning dan silver di dalamnya, meliuk tak beraturan — namun saling terangkai satu sama lain. Di beberapa badan pipa terpasang alat khusus. Fungsinya untuk mengukur tekanan, volume, dan lain-lain.

Persis di sebelah MRS, ada stasiun gas bumi (offtake station) milik PT EMP Bentu. Ukuran lokasinya jauh lebih besar. Dari sinilah sumber utama gas alam itu.
Serah-terima suplai gas dari sumur milik EMP Bentu ke MRS PGN, menjadikan tempat ini sangat krusial. Gas yang diterima dari sumber utama, dialirkan lewat pipa transmisi ke MRS. Tekanannya sebesar 50 Bar. “Saat di MRS, diturunkan jadi 4 bar,” ujarnya.
Secara umum, tekanan gas itu ada tiga tingkatan, yakni; tekanan tinggi saat gas melewati pipa transmisi, tekanan menengah saat gas melintasi pipa distribusi, dan tekanan rendah saat gas melewati pipa dinas menuju ke sambungan rumah tangga dan sambungan kompor.

Saat masih di MRS, gas disuntik dengan zat kimia mercaptan agar berbau. Jenis odorant yang dipakai PGN; Tetra Hydro Thiophene (THT). Zat ini dipilih karena baunya kuat. Fungsinya sebagai alarm agar mudah terdeteksi jika terjadi kebocoran.
“Jadi, secara alamiah gas bumi itu tidak berbau,” kata Riza. “Odoran sengaja di-injeksikan supaya baunya khas, agar masyarakat lebih mudah menyadari kalau ada kebocoran. Ini salah satu upaya pencegahan. Misalnya, mereka dapat menjauh dari area yang bocor.”

Peran lain dari MRS, memastikan tekanan gas yang sampai ke masyarakat aman. Ada standar ketentuannya. MRS juga dapat mengukur dan mencatat jumlah gas yang dikonsumsi rumah tangga. Gunanya untuk keperluan penagihan.
Tahap selanjutnya, gas itu dialirkan melalui pipa besi di bawah tanah ke Regulating Station (RS), kemudian didistribusikan ke pipa dinas dengan tekanan rendah, sebelum benar-benar mengalir ke kompor rumah warga. “RS itu—kalau di listrik—fungsinya seperti trafo,” kata Area Head PT PGN Tbk Area Pekanbaru, Charly Simanullang.
Untuk memenuhi kebutuhan gas lebih dari 3.000 pelanggan rumah tangga, dibutuhkan empat unit RS. Satu unitnya dapat mengakomodir sekitar 600 rumah. “Idealnya begitu. Kalau semakin banyak, nanti rumah yang paling ujung, malah nggak dapat gas,” jelasnya.

Proyek Jargas di Pelalawan sudah dimulai sejak 2022 silam. Tersebar di Kecamatan Kerinci Timur, khususnya di Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan Pangkalan Kerinci Timur.
Penikmatnya adalah pelanggan rumah tangga dan usaha mikro. Volumenya empat hingga 50 meter kubik per bulan. Rata-rata pemakaian pelanggan di area Pelalawan sebesar 10 hingga 20 meter setiap bulannya.
Hingga kini, total ada 3.963 rumah tangga di Kabupaten Pelalawan yang menerima manfaat. Gas bumi itu, dipakai untuk kebutuhan memasak sehari-hari, untuk menunjang usaha kecil seperti Sugiyem. Bahkan, kebutuhan gas di Pekanbaru dan Dumai, juga dialirkan dari Kabupaten Pelalawan.***









