BERTUAHPOS — Di tengah padatnya aktivitas masyarakat Kota Pekanbaru, kebutuhan akan jasa laundry semakin meningkat sehingga menjadikannya peluang usaha yang menjanjikan.
Zahra Laundry yang berlokasi di Jalan Hangtuah Ujung Nomor 50 Kelurahan Sialang Sakti, berhasil menjawab kebutuhan itu. Usaha laundry ini sudah hadir sejak tahun 2015 silam. Sang pemiliknya Ermalinda dan Kusnadi, punya cerita jatuh bangun sebelum berhasil seperti sekarang.
Zahra Laundry berawal dari dorongan seorang sahabat yang lebih dulu sukses di bisnis laundry. Dengan semangat dan tekad kuat, keduanya memulai usaha dari rumah dengan harapan bisa memberikan kontribusi nyata bagi keluarga.
“Awalnya kami coba-coba karena melihat peluangnya besar. Banyak orang sibuk dan tidak sempat mencuci atau menyetrika sendiri,” ungkap Ermalinda kepada Bertuahpos, Rabu, 21 Mei 2025.
Nama “Zahra” diambil dari nama anak ketiga mereka, sebagai harapan agar usaha ini membawa berkah. Berkat ketekunan dan kerja keras, Zahra Laundry kini mampu mengolah lebih dari 100 kilogram pakaian setiap hari dan memiliki pelanggan tetap dari berbagai kalangan.
Sebelum menemukan kesuksesan di bisnis laundry, pasangan ini sempat mengalami jatuh bangun. Mereka pernah mencoba membuka usaha bakso, jual beli mobil bekas, hingga bengkel, namun semuanya gagal bertahan lama.
“Kegagalan-kegagalan itu jadi guru yang berharga. Sekarang alhamdulillah, usaha ini bisa berjalan stabil dan memberikan penghasilan tetap,” tutur Kusnadi.
Dengan tarif jasa Rp6.000 per kilogram, Zahra Laundry menawarkan layanan yang terjangkau namun tetap mengutamakan kualitas. Dari usahanya, mereka kini meraup omzet sekitar Rp18 juta per bulan.
Meski sudah berkembang, Zahra Laundry tetap menghadapi sejumlah tantangan, terutama masalah pemadaman listrik dan cuaca hujan yang mengganggu proses pencucian dan penjemuran.
Namun, mereka terus beradaptasi, termasuk dengan mempekerjakan tenaga tambahan untuk penyetrikaan demi menjaga kualitas layanan.”Kadang kami harus kerja sampai malam agar cucian pelanggan selesai tepat waktu, apalagi saat musim hujan,” kata Kusnadi.
Kini, Zahra Laundry tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama, tapi juga sarana keluarga ini untuk menyekolahkan ketiga anak mereka di sekolah swasta. Usaha ini telah membawa perubahan besar bagi kehidupan mereka.
“Jangan takut gagal. Terus belajar dan jangan menyerah. Kalau kita serius, insya Allah rezeki akan datang,” pesan Ermalinda menutup wawancara.***
— Habibie









