BERTUAHPOS — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut suspensi perdagangan saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), dan PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) beserta warannya (DKHH-W). Dengan pencabutan ini, investor kembali dapat melakukan transaksi atas saham dan waran tersebut di pasar modal.
Transaksi saham COCO, KRYA, dan DKHH kini bisa dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Sedangkan waran DKHH-W dapat ditransaksikan di seluruh pasar, sebagaimana diumumkan dalam keterbukaan informasi di situs resmi BEI pada Kamis, 22 Mei 2025.
Di sisi lain, BEI justru menjatuhkan suspensi terhadap dua saham lainnya, yaitu PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) dan PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS). Keputusan ini diambil lantaran terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar dalam kurun waktu singkat.
“Suspensi dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan keputusan investasinya secara matang berdasarkan informasi yang tersedia,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dilansir dari Ipotnews, Kamis, 22 Mei 2025.
Ia juga mengimbau agar seluruh pelaku pasar senantiasa mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten sebagai dasar pengambilan keputusan.
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham LFLO tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 23,30% dalam sepekan terakhir, mencapai harga Rp254 per saham. Kapitalisasi pasar emiten ini kini berada di kisaran Rp332,2 miliar.
Sementara itu, saham BBSS naik lebih tinggi lagi, yakni 25,74% dalam periode yang sama. Meski harga per lembar saham belum disebutkan secara spesifik, market cap perusahaan ini tercatat menyentuh angka Rp1,64 triliun.
Dengan dinamika tersebut, BEI terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan saham yang tidak wajar guna menjaga keterbukaan dan perlindungan investor di pasar modal Indonesia.***








