BERTUAHPOS — Ada banyak orang yang bertanya bagaimana cara memulai usaha papan bunga? Jawabannya susah-susah gampang, sih. Memang ada banyak faktor yang menjadi penentu dalam keberhasilan usaha papan bunga, khususnya di Kota Pekanbaru. Selain usaha ini sudah banyak, soal harga yang kompetitif juga menjadi tantangan.
Pada Kamis, 15 Mei 2025, Bertuahpos berbincang dengan Maya Muhadi. Darinya kami mengulik bagaimana cara dia memulai usaha papan bunga di Kota Pekanbaru. Dia menyebut usahanya, “papan bunga kekinian.” Apa yang unik dari usaha ini?
Usaha papan bunga yang dibangun Maya Muhadi bernama Bibunny.Florist. Ini adalah usaha sewa papan bunga akrilik yang menawarkan layanan estetik. Tapi harganya tetap terjangkau.
Ide awalnya, kata Maya, lahir dari pengamatannya selama aktif di lingkungan kampus. “Waktu itu saya sering lihat banyak acara seperti wisuda, seminar, dan pernikahan teman-teman, Dari situ saya kepikiran untuk mendirikan bisnis ini,” ujarnya.
Setelah menemukan formula yang tepat, dia memutuskan untuk memulai usaha papan bunga Bibunny.Florist dari rumahnya yang beralamat di Jalan Pepaya No. 44, Pekanbaru.
Bermodalkan kreativitas dan riset pasar kecil-kecilan, ia mulai merancang papan bunga berbahan akrilik yang kini jadi ciri khas usahanya.
Papan bunga akrilik yang ditawarkan memiliki desain yang minimalis dan elegan, cocok untuk berbagai acara mulai dari ucapan selamat, hingga promosi bisnis. Harga sewanya pun sangat bersahabat, mulai dari Rp85.000 saja.
“Kami ingin semua orang bisa mengirim papan bunga tanpa harus mikir dua kali soal harga,” jelas Maya.
Selain harga yang terjangkau, daya tarik utama Bibunny.Florist juga terletak pada tampilannya yang modern dan bisa dikustomisasi sesuai permintaan. Maya menjelaskan,
“Pelanggan bisa pilih warna, font, bahkan gaya desainnya. Kami ingin mereka merasa puas dan bangga dengan kiriman mereka,” tambahnya.
Untuk mempromosikan usahanya, Maya memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram. Akun resmi bisnisnya, @bibunny.florist, aktif membagikan hasil karya, testimoni pelanggan, hingga promo menarik.
Namun, perjalanan membangun Bibunny.Florist tidak selalu mulus. Maya mengaku masih menghadapi banyak tantangan sebagai pelaku usaha baru.
“Namanya juga usaha baru, pasti banyak belajar. Mulai dari kelola stok, tangani komplain, sampai promosi. Tapi saya anggap ini proses untuk tumbuh,” ujarnya dengan senyum.
Maya juga menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar. “Teman-teman kampus dan terutama keluarga sangat mendukung. Mereka banyak kasih masukan bahkan jadi pelanggan pertama saya. Itu sangat berarti,” katanya.
Untuk saat ini, Maya masih mengerjakan sebagian besar proses produksi dan administrasi secara mandiri. Namun, ia mulai merencanakan perekrutan tim kecil untuk mendukung operasional.
“Kalau pesanan makin banyak, saya pasti butuh tim. Tapi saya pastikan kualitas dan pelayanan tetap nomor satu,” tegas Maya.
Bibunny.Florist kini menjadi salah satu opsi populer bagi warga Pekanbaru yang ingin memberikan ucapan dengan estetika. Dengan harga terjangkau, desain kekinian, dan semangat usaha muda, Maya Muhadi membuktikan bahwa ide kreatif bisa jadi peluang bisnis menjanjikan.
“Pesan saya buat teman-teman yang juga ingin memulai usaha, jangan takut mencoba. Mulai saja dulu, lalu belajar sambil jalan. Saya juga masih terus belajar,” tutup Maya dengan semangat.***
— Habibie









