• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, November 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

WoDEF 2025 Seruan Global Hentikan Eksploitasi Ikan dan Budidaya yang Merusak

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
29 Maret 2025
WoDEF 2025 Seruan Global Hentikan Eksploitasi Ikan dan Budidaya yang Merusak

WoDEF 2025 Seruan Global Hentikan Eksploitasi Ikan dan Budidaya yang Merusak

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — World Day for the End of Fishing and Fish Farming (WoDEF) sedang diperingati. WoDEF merupakan sebuah momentum global yang menyerukan perhatian terhadap penderitaan hewan akuatik serta dampak ekologis dari industri perikanan dan akuakultur.

Setiap tahunnya, diperkirakan antara 1,1 hingga 2,2 triliun ikan liar ditangkap untuk konsumsi, sementara 124 miliar ikan hasil budidaya dibunuh. Banyak dari mereka mengalami penderitaan panjang sebelum mati—mulai dari dibedah saat masih hidup, mati lemas, hingga dibunuh dengan metode yang menyakitkan.

Dalam sistem budidaya, ikan dipelihara dalam kondisi padat, kekurangan oksigen, dan rentan terserang penyakit. Praktik seperti pemotongan tangkai mata pada udang betina juga dilakukan secara menyakitkan demi mempercepat reproduksi.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 64% stok ikan dunia telah dieksploitasi secara berlebihan. 23% lainnya dalam kondisi kritis. 

Penangkapan ikan yang tidak terkendali telah melampaui kemampuan spesies untuk bereproduksi, menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem laut dan terancamnya keberlanjutan populasi ikan.

Eksploitasi hewan laut juga berdampak besar terhadap lingkungan, namun sering kali luput dari sorotan publik. Industri perikanan skala besar menjadi penyumbang utama overfishing dan kerusakan ekosistem laut.

Budidaya ikan yang tidak berkelanjutan menambah beban pencemaran perairan, akibat limbah seperti kotoran ikan, sisa pakan, serta zat kimia beracun seperti antibiotik dan pestisida.

Sampah laut juga menjadi sorotan. Investigasi terhadap Great Pacific Garbage Patch mengungkap bahwa 46% sampah terapung di sana berasal dari jaring ikan yang hilang atau dibuang.

Setiap tahun, sekitar 600.000 hingga 800.000 ton alat tangkap mengotori lautan, membunuh lebih dari 100.000 paus, lumba-lumba, penyu, dan anjing laut karena jeratan. Plastik dari alat tangkap ini membutuhkan waktu hingga 600 tahun untuk terurai, sambil terus melepaskan mikroplastik berbahaya.

Kerusakan juga terjadi di wilayah pesisir, di mana tambak udang dan ikan kerap menyebabkan kerusakan hutan bakau—habitat penting sekaligus penyerap karbon alami yang mendukung keseimbangan lingkungan.

Memperingati WoDEF 2025, sebanyak 190 organisasi di seluruh dunia menggelar aksi dan kampanye untuk mengungkap dampak destruktif industri perikanan.

Di Indonesia, Animal Friends Jogja mengadakan talk show bersama Love Jogja FM pada 26 Maret 2025 guna membahas realitas industri perikanan dan mengeksplorasi solusi yang lebih etis.

Direktur WALHI Jawa Timur, Wahyu Eka Styawan, juga menyoroti dampak overfishing di perairan Jawa. Dia mengatakan “Penggunaan alat tangkap seperti cantrang merusak terumbu karang, menangkap ikan yang belum dewasa, dan menyebabkan penurunan populasi ikan. Ekosistem laut terganggu, regenerasi terhambat, dan terjadi ‘kiamat kecil’ di perairan utara Jawa.”

Sementara itu, Lilo Dwi Julianto, pegiat kesejahteraan hewan dari Animal Friends Jogja, menegaskan pentingnya perubahan sistem. Menurutnya, kini sudah saatnya industri dan pemerintah bertindak nyata menghentikan eksploitasi ikan.

“Tanpa regulasi yang ketat dan transisi ke praktik yang berkelanjutan, kita hanya akan mempercepat krisis ekologis yang merugikan manusia dan planet ini,” tegasnya.

Peringatan WoDEF menjadi panggilan mendesak bagi dunia untuk mempertimbangkan kembali hubungan dengan lautan dan semua makhluk yang hidup di dalamnya—sebelum semuanya terlambat.***

Tags: kelautanlingkunganperikanan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
Harga Emas Antam Meroket Jelang Idulfitri 2025

Harga Emas Antam Meroket Jelang Idulfitri 2025

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.