• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 19, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Cenderung Stagnan di Rp1,5 Triliun, Gubri Soroti Kinerja Bapenda Riau

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
4 Maret 2025
Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Cenderung Stagnan di Rp1,5 Triliun, Gubri Soroti Kinerja Bapenda Riau

Gubernur Riau, Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat rapat bersama di Bapenda Provinsi Riau | Foto: Dok.MCR.

123
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Gubernur Riau, Abdul Wahid, dan Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyoroti kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau dalam hal realisasi penerimaan daerah dari sektor pajak.

Dalam kurun dua tahun belakangan (2023-2024), realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor itu stagnan atau masih bertahan di angka sekitar Rp1,5 triliun. “Sama seperti tahun 2023,” katanya, Selasa, 4 Maret 2025 saat ditemui di Kantor Bapenda Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Dari hasil diskusi, Wahid menyimpulkan bahwa salah satu penyebab utama, yakni lemahnya penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

“Bapenda ini adalah kas daerah. Artinya, uang dan nafas kita ada di sini. Mengapa pendapatan kita stagnan, sementara jumlah kendaraan dan penggunaan BBM terus meningkat setiap tahun? Harus ada solusi agar penerimaan pajak bisa maksimal,” ujar Abdul Wahid.

Selain itu, dia juga menyoroti masih rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak, di mana baru sekitar 30%-40% yang melakukan pembayaran. Dengan kata lain, banyak potensi pajak yang hilang akibat berbagai kendala, salah satunya adalah perbedaan tarif pajak antara jenis kendaraan yang masih sering tidak sesuai di lapangan.

“Ada truk yang seharusnya membayar pajak lebih tinggi, tapi justru membayar pajak seperti sedan. Ini aneh, dan sampai hari ini masih terjadi,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, transparansi dalam proses pembayaran pajak perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Terutama terhadap sektor korporasi dan instansi pemerintah yang diduga turut lalai dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan.

Gubernur mengusulkan agar nama-nama perusahaan dan instansi pemerintah yang menunggak pajak diumumkan secara terbuka. “Jangan hanya rakyat yang ditagih pajak, sementara perusahaan dan instansi pemerintah justru menunggak. Ini bagian dari transparansi yang harus kita dorong,” tambahnya.

Sebagai langkah perbaikan, Pemprov Riau akan membentuk unit khusus untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Salah satu kendala yang diakui Gubernur adalah syarat wajib menggunakan KTP dalam proses pembayaran, yang dinilai menyulitkan wajib pajak (masyarakat).

Ke depan, sistem digitalisasi akan semakin dimaksimalkan, termasuk kerja sama dengan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah dan perbankan lain di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh layanan bank daerah.

“Dengan digitalisasi, kita harap pembayaran pajak lebih mudah dan transparan, sehingga pendapatan daerah bisa meningkat,” katanya.***

Tags: keuanganPajakpemerintahan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri
Regional

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri

...

Read moreDetails
Petugas Disulitkan dengan Kendala Ini saat Atasi Karhutla Kerumutan

Petugas Disulitkan dengan Kendala Ini saat Atasi Karhutla Kerumutan

Pemprov Riau Perkuat Upaya Pengendalian Karhutla di Kerumutan

Pemprov Riau Perkuat Upaya Pengendalian Karhutla di Kerumutan

Berikut Ini Tantangan Utama Riau dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Ekonomi Kerakyatan

OJK Kembangkan Asuransi Karbon untuk Perkuat Pasar Karbon Nasional

PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Alasan Purbaya

PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Alasan Purbaya

Purbaya Pertanyakan Urgensi DKI Jakarta Akan Terbitkan Obligasi Daerah

Naik hingga Rp373, Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun

Next Post
Gubri Minta Perusahaan dan Instansi Pemerintah yang Nunggak Pajak Kendaraan Diumumkan ke Publik

Gubri Minta Perusahaan dan Instansi Pemerintah yang Nunggak Pajak Kendaraan Diumumkan ke Publik

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.