BERTUAHPOS.COM — Upaya pengendalian Karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Riau diperkuat dengan tambahan personel dan peralatan. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memastikan seluruh kekuatan difokuskan penanganan Karhutla di kawasan itu.
Laporan BPBD Damkar Provinsi Riau, total titik panas di Riau pada Minggu, 23 Agustus 2026 mencapai 355 titik. Sebanyak 216 titik di antaranya berada di Kerumutan.
Hariyanto meminta tim tidak lengah menghadapi kondisi cuaca yang makin panas. “Dukungan penuh diberikan agar upaya pengendalian Karhutla berjalan maksimal,” katanya kepada awak media di Kantor Gubernur Riau, Minggu, 23 Agustus 2026.
Pemerintah Provinsi Riau menambah kekuatan personel untuk memperkuat upaya pengendalian Karhutla, termasuk menurunkan sejumlah personel Satpol PP ke lokasi, untuk membantu tim Satgas yang sudah berjibaku memadamkan api di lahan terbakar.
Sementara itu, Dinas Dinas Kesehatan diminta untuk menyiapkan masker dan oksigen bagi seluruh personel. Termasuk menyediakan toilet portabel dan mobil khusus untuk tempat istirahat personel. “Yang penting mereka kerja tidak terganggu, kebutuhannya dan istirahatnya cukup,” ujarnya.
Tim gabungan telah ditempatkan di Kerumutan secara permanen. Manggala Agni menyiagakan 37 personel, Damkar 30 orang, dan Polhut 10 personel.
Satpol PP mengirim 30 personel tambahan untuk memperkuat upaya pengendalian Karhutla. Sedangkan, sebanyak 50 personel lain disiapkan sebagai cadangan.
Sedangkan dari Dinas PU, telah menugaskan dua personel untuk patroli kendaraan di sekitar lokasi. Dukungan kendaraan juga disiapkan untuk mobilitas tim lapangan.
Kasat BPBD Damkar Provinsi Riau Edy Afrizal menyebut, hambatan utama di lapangan adalah angin kencang yang mempercepat perluasan api. Kecepatan angin tidak sebanding dengan kemampuan tim darat menjinakkan titik api.
Di wilayah Kerumutan yang terbakar, kata dia, ada banyak bahan bakar potensial seperti semak belukar, pepohonan, dan gambut dalam. Kondisi sumber air yang minim membuat pemadaman semakin sulit.
“Namun, tim di lapangan sudah membuat embung-embung kecil dan menggali parit untuk menampung air. Namun, embung tersebut sering habis setelah dipakai dua hingga tiga jam,” kata Edy.
Sementara itu, sebanyak 15 unit alat berat direncanakan dikerahkan ke lokasi. Peralatan tambahan itu untuk mendukung pembuatan sekat dan kanal air.
Selanjutnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi kerja tim yang berhasil menjaga Riau dari kebakaran besar. Dia menyebut, presiden juga memberikan apresiasi atas pengendalian Karhutla di Riau.
“Kawasan yang masih menjadi perhatian utama adalah Pelalawan. Di Bengkalis dan Rokan Hilir hanya terpantau titik api kecil,” katanya.









