• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Fluktuasi Harga Energi dan Pangan Berpotensi Tekan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
29 Oktober 2023
tantangan pertumbuhan ekonomi

Tantangan pertumbuhan ekonomi 2023

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah tengah khawatir dengan situasi global yang semakin memburuk. Presiden Joko Widodo, menegaskan tekanan itu mendera seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Kita harus bersyukur pertumbuhan ekonomi kita masih di atas 5%,” ujar Jokowi dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui akun YouTube Sekretariat Kabinet pada 27 Oktober 2023.

Faktor yang Berpotensi Tekan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengakui bahwa tekanan ekonomi global saat ini sangat signifikan.

Berbagai faktor, termasuk konflik di berbagai wilayah seperti Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina, fluktuasi harga komoditas energi dan pangan yang dipengaruhi oleh fenomena El Nino, serta tren suku bunga yang tinggi.

Semua itu, kata dia, berpotensi memberikan tekanan pada ekonomi Indonesia, terutama mulai kuartal IV-2023.

Dampak dari tekanan global tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan melambat menjadi sekitar 4,86% pada kuartal IV-2023, turun dari asumsi awal sebesar 5,06%.

“Di sepanjang 2023, pertumbuhan ekonomi diestimasi akan mencapai 5,04%, turun dari asumsi awal sebesar 5,09%,” jelasnya.

Sedangkan di tahun depan, pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai 5,08% dari asumsi di APBN 2024 yang sebesar 5,2%.

Bagaimana dengan Realisasi APBN?

Meskipun begitu, ada beberapa berita positif. Hingga September 2023, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih menunjukkan tren positif.

APBN surplus sebesar Rp67,7 triliun atau sekitar 0,32% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, keseimbangan primer masih mencatat surplus sebesar Rp389,7 triliun.

Surplus APBN didorong oleh penerimaan negara sekitar Rp2.035,6 triliun, yang tumbuh sekitar 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Belanja negara juga tumbuh 2,8% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar Rp1.967,9 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 mencapai 5,17%, dan pemerintah berharap tren positif ini akan berlanjut di kuartal III dan IV, meskipun masih sedikit di bawah target yang tertuang dalam APBN.

Selain itu, inflasi per September 2023 juga cenderung terkendali, dengan tingkat tahunan mencapai 2,28%, lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 3,6%.

Namun, nilai tukar rupiah mengalami tekanan besar, hampir mencapai level Rp16.000 per dolar AS.

Meskipun demikian, jika dilihat dari awal tahun, rupiah hanya mengalami depresiasi sekitar 1,35%, dengan nilai rata-rata sejak awal tahun di sekitar 15.171 per dolar AS, sedikit di atas asumsi APBN sebesar Rp14.800 per dolar AS.

Sementara itu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun, meskipun lebih rendah dari asumsi APBN, tetap dalam kondisi stabil. Asumsi APBN menetapkan suku bunga sebesar 7,9%, sementara realisasinya per 24 Oktober adalah 7,10% (eop) dan 6,59% (eop).

Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price) mencapai US$90,1 per barel (eop) dan US$77,69 per barel, dengan produksi minyak mencapai 608,6 ribu barel per hari dan produksi gas sekitar 954,5 ribu ribu standar kaki kubik per hari hingga September.

“Indonesia harus tetap waspada menghadapi tantangan global, dan berusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian yang masih berlangsung di arena global,” tutur Sri Mulyani.***

Tags: ekonomi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup
Ekonomi

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

...

Read moreDetails
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Next Post
Bupati Pelalawan, H Zukri menjadi inspektur upacara pada upacara Hari Sumpah Pemuda

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 95, Bupati H Zukri Harap Pemuda Pelalawan Proaktif Membangun Negara

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.