• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Gubri Sebut Penanganan Stunting untuk Bonus Demografi 2035

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 Juli 2022
penanganan masalah stunting

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar menegaskan bahwa upaya penanganan masalah tinggi anak atau stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah di tingkat provinsi. Mengatasi masalah ini juga menjadi tanggung jawab setiap kepala daerah di kabupaten/kota.

“Penurunan angka stunting sudah menjadi konsen Presiden Joko Widodo. Hal ini sekaligus untuk persiapan menghadapi bonus demografi yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2035 mendatang,” kata Syamsuar di Pekanbaru.

Gubri menjelaskan bahwa jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih banyak dari penduduk usia non-produktif sehingga pemerintah harus memastikan bahwa generasi yang berada di masa itu adalah generasi yang berkualitas.

“Kita tidak mau nanti setelah 100 tahun Indonesia merdeka dan masuk bonus demografi, yang paling banyak justru anak-anak yang stunting atau tidak berkualitas karena gizinya rendah. Kita harus bisa mewujudkan bonus demografi berkualitas,” ucapnya.

Stunting sendiri merupakan suatu keadaan di mana anak tumbuh tidak optimal dan cenderung bertubuh lebih pendek dari anak-anak lain seusianya akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang.

Untuk tingkat nasional sudah ditetapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting. Di Riau Syamsuar yang jadi bapak asuh anak stunting.***

Tags: kekurangan gizipenanganan masalah stuntingstunting di riau
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

penyebab stunting
Kesehatan

Benar Nggak Sih? Anak yang Tidak Mengonsumsi Makanan Sesuai B2SA Bisa Stunting

...

Read moreDetails
Next Post
hewan kurban bebas PMK, hewan ternak

Riau Dapat Tambahan 50 Ribu Dosis Vaksin PMK

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.