• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 5 November: Lahirnya Harimau Paderi dari Rokan, Tuanku Tambusai

Romi J. by Romi J.
5 November 2020
134
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tuanku Tambusai sangat sulit ditaklukkan Belanda dalam Perang Paderi. Bahkan hingga meninggal dunia, Belanda tak mampu menangkap Tuanku Tambusai.

Tuanku Tambusai lahir pada 5 November 1784 dengan nama Muhammad Saleh di Tambusai, Dalu-dalu, yang kini masuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Ayahnya merupakan perantau asal Minangkabau bernama Maulana Kali.

Raja Tambusai kemudian mengangkat Maulana Kali sebagai imam, yang kemudian menikah dengan perempuan setempat yang bernama Munah dari suku Kandang Kopuh.

Pergerakan Tuanku Tambusai di perang Padri dimulai pada tahun 1823. Tahun 1824, dia memimpin memimpin pasukan gabungan di Dalu-dalu, Lubuk Sikaping, Padanglawas, Angkola, Mandailing, dan Natal.

Pergerakan Tuanku Tambusai sangat sulit dibaca Belanda. Bahkan, saat itu pasukan Tuanku Tambusai harus menghadapi dua musuh sekaligus, yaitu pasukan Raja Gedombang di Mandailing, dan pasukan Belanda.

Pada tahun 1837, Benteng Bukit Tajadi di Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Oktober 1937, Tuanku Imam Bonjol yang merupakan pemimpin perang Padri menyerah ke Belanda.

Perlawanan diteruskan Tuanku Tambusai. Bahkan, pasukan Tuanku Tambusai sempat merebut Benteng Bonjol, walau tak bertahan lama.

Belanda yang sudah hampir menyerah menghadapi Tuanku Tambusai kemudian mengajukan tawaran damai. Tawaran ini disampaikan Letnan Kolonel Jacob Elout, Komandan Militer Belanda di Perang Padri.

Belanda kemudian memusatkan kekuatan untuk merebut Dalu-dalu. Tanggal 28 Desember 1938, Benteng Dalu-dalu akhirnya jatuh ke tangan Belanda. Tuanku Tambusai bisa meloloskan diri ke Negeri Sembilan, Semenanjung Malaya, dan meninggal pada 12 November 1882.

Karena kegigihan dan semangat pantang menyerah Tuanku Tambusai, dia dijuluki Belanda ‘De Padrische Tijger van Rokan’ (Harimau Padri dari Rokan). (bpc4)

Tags: Harimau PaderiRokanTuanku Tambusai
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

istana raja rokan
Budaya

Warisan yang Terpelihara, Istana Raja Rokan Salah Satu Simbol Kejayaan Riau Terdahulu

...

Read moreDetails

Tuanku Tambusai, Tak Pernah Ditaklukkan Belanda

Catatan Sejarah 12 November: Tuanku Tambusai Wafat di Negeri Sembilan

Catatan Sejarah 5 November: Kelahiran Tuanku Tambusai, Harimau Paderi dari Rokan

Perjuangan Tuanku Tambusai, Sang Harimau Rokan Melawan Penjajah

Catatan Sejarah 12 November: Tuanku Tambusai Wafat di Negeri Sembilan

Next Post

Asal Usul Nama Kota Bagansiapiapi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.