• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mantan Pengawal: Soekarno Tak Terlibat Peristiwa G30S/PKI

Romi J. by Romi J.
30 September 2020
185
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dalam beberapa sumber, Soekarno dituduh mengetahui dan terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Namun, mantan pengawal Soekarno, Maulwi Saelan membantah hal tersebut. Maulwi sendiri menjabat sebagai Wakil Komandan Tjakrabirawa, pasukan pengawal presiden.

Menurut Maulwi, siang hari pada 30 September 1965, Soekarno menghadiri Musyawarah Nasional Teknik (Munastek) di Istora Senayan. Maulwi sendiri bertanggungjawab dalam pengamanan, karena sang komandan, Sabur, sedang pergi ke Bandung.

Seusai acara, Maulwi mengantarkan Soekarno kembali ke Istana Negara. Maulwi kemudian pulang kerumahnya pukul 00.00 WIB.

Subuh, 1 Oktober 1965, pukul 05.10 selepas salat subuh, Maulwi mendapatkan telepon dari ajudan Soekarno, Kombes Sumirat. Sumirat melaporkan adanya peristiwa penembakan di rumah sejumlah jenderal, seperti rumah Menko Hankam/KASAB Jenderal Nasution dan sejumlah rumah jenderal TNI AD lainnya.

Tak lama, Sumirat kembali menelepon, dan mengabarkan di sekitar istana banyak pasukan yang tak dikenal.

Maulwi segera mencari keberadaan Soekarno, karena sang presiden tak berada di istana. Biasanya, jika tak berada di istana, Soekarno ada di Wisma Yaso, atau dirumah salah satu isterinya, Haryati yang ada di Grogol.

Soekarno tak ditemukan di Grogol. Saat ingin ke Wisma Yaso, datang sebuah jip dari DKP (Detasemen Kawal Pribadi) yang dilengkapi radio. Maulwi kemudian mencari tahu keberadaan Soekarno melalui radio dengan pengawal yang sedang bertugas.

Soekarno kemudian diketahui berada di iring-iringan mobil dan sedang menuju istana. Komandan DKP, Mangil yang bertanggungjawab dalam pengawalan tersebut.

Maulwi kemudian memerintahkan Mangil membawa Soekarno ke Grogol, rumah Haryati. Apalagi, ada laporan pasukan tak dikenal di sekitar Monas.

Akhirnya, pukul 07.00 WIB, Soekarno tiba di rumah Haryati. Maulwi melaporkan situasinya kepada presiden. Soekarno tampak kaget. “Wah, ik ben overrompeld (saya terguncang),” kata Soekarno.

Maulwi dan Mangil kemudian mengusahakan komunikasi dengan panglima tiga angkatan. Keduanya juga merundingkan tempat untuk mengamankan Soekarno.

Akhirnya, Lanud Halim Perdanakusuma dipilih untuk tempat evakuasi presiden. Apalagi, ada SOP yang mewajibkan pesawat kepresidenan selalu siap sedia.

Di Lanud Halim, presiden mencermati perkembangan situasi, dengan ditemani Mengpangau Laksamana Omar Dhani.

Kesaksian Maulwi menggugurkan seluruh tuduhan bahwa Soekarno mengetahui dan terlibat peristiwa G30S. Saat Soeharto berkuasa, Maulwi dipenjara tanpa pengadilan. (bpc4)

Tags: pengawalsejarahSoekarno
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Jejak Perdagangan Global di Balik Azimat Kuno Riau yang Diselamatkan Museum Sang Nila Utama
Lifestyle

Jejak Perdagangan Global di Balik Azimat Kuno Riau yang Diselamatkan Museum Sang Nila Utama

...

Read moreDetails
Operasi Gigi Tertua di Dunia Ditemukan, Neanderthal Lakukan 59.000 Tahun Lalu di Siberia

Operasi Gigi Tertua di Dunia Ditemukan, Neanderthal Lakukan 59.000 Tahun Lalu di Siberia

Wisata Sejarah Istana Gunung Sahilan, Mengenal Jejak Kerajaan Melayu Tertua di Kampar Riau

Wisata Sejarah Istana Gunung Sahilan, Mengenal Jejak Kerajaan Melayu Tertua di Kampar Riau

Grand Egyptian Museum akhirnya dibuka di Giza. Presiden Mesir hadir. Museum modern ini menampilkan 57.000 artefak dan koleksi penuh Tutankhamun.

Grand Egyptian Museum Jadi Kompleks Arkeologi Terbesar Satu Peradaban

BRIN Ingatkan Potensi Tsunami di Selatan Jawa

BRIN Ingatkan Potensi Tsunami di Selatan Jawa

Bukan Mahkota Emas, Ini Benda Peninggalan Kerajaan Siak yang Paling Fenomenal

Bukan Mahkota Emas, Ini Benda Peninggalan Kerajaan Siak yang Paling Fenomenal

Next Post

Apakah Politik Luar Negeri Indonesia Tidak Pro Islam?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.