BERTUAHPOS.COM — Bagi pecinta wisata sejarah, Istana Gunung Sahilan di Kabupaten Kampar, Riau, menawarkan pengalaman menelusuri jejak salah satu kerajaan Melayu tertua yang pernah berdiri di tanah Sumatera.
Destinasi ini cocok menjadi pilihan bersama keluarga untuk menghabiskan akhir pekan. “Kami sudah 3 kali ke sini. Sambil ngabiskan waktu libur, kita bisa mengenalkan anak-anak dengan sejarah dan budaya kita,” kata Marlena (35), salah seorang wisatawan yang membawa keluarganya untuk menikmati suasana di Istana Gunung Sahilan, Minggu, 31 Mei 2026.
Wisata sejarah Istana Gunung Sahilan ini berjarak sekitar 70 kilometer dari Pekanbaru atau sekitar dua jam perjalanan darat, dan menyimpan koleksi pusaka kerajaan yang masih terawat hingga hari ini.
Kerajaan Gunung Sahilan berdiri pada awal abad ke-16 sebagai pecahan dari Kerajaan Pagaruyung, dengan raja pertamanya bernama Tengku Yang Dipertuan Bujang Sati. Sejak saat itu, istana tradisional Melayu berbentuk rumah panggung ini menjadi pusat peradaban dan kekuasaan di wilayah Kampar.
Bangunan istana masih mempertahankan arsitektur tradisional khas Melayu dengan material kayu pilihan dan konstruksi rumah panggung yang kokoh. Gaya bangunan ini bukan sekadar estetika — ia mencerminkan kearifan lokal dan identitas budaya Melayu yang dijaga turun-temurun.
Di dalam istana, pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai koleksi pusaka peninggalan kerajaan yang tak ternilai harganya. Mulai dari meriam kecil atau lelo, guci antik, tombak, hingga pedang — semuanya tersimpan dan bisa dilihat dari dekat.
Istana Gunung Sahilan berlokasi di Dusun Koto Dalam, Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau. Posisinya tepat di depan alun-alun ninik mamak setempat, sehingga mudah ditemukan begitu tiba di kawasan tersebut.









