BERTUAHPOS — Setelah penantian puluhan tahun, Grand Egyptian Museum (GEM) akhirnya resmi dibuka pada Sabtu malam dalam sebuah upacara megah di Giza, Mesir. Presiden Abdel Fattah al-Sisi memimpin pembukaan bersama delegasi dari 79 negara, termasuk 39 kepala negara, raja, dan pangeran.
Upacara berlangsung di salah satu halaman museum yang langsung menghadap tiga Piramida Giza, lengkap dengan pertunjukan musik dan prosesi bertema firaun yang memukau.
Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly menyebut pembukaan GEM sebagai “peristiwa luar biasa dalam sejarah Mesir” dan menyatakan bahwa museum ini menjadi hadiah Mesir untuk dunia.
Madbouly mengatakan gagasan museum sudah digagas 30 tahun lalu, lalu melalui tahap persiapan, sayembara desain, hingga konstruksi yang secara penuh berlangsung selama tujuh tahun terakhir.
Pengusaha sekaligus anggota Dewan Pembina GEM, Mohamed Mansour, memperkirakan museum ini mampu menarik lebih dari lima juta pengunjung per tahun.
Ide pendirian GEM pertama kali muncul pada era Menteri Kebudayaan Farouk Hosni pada 1990-an, yang menginginkan museum terbuka yang terhubung dengan Piramida, Sphinx, dan kompleks kuil di sekitarnya.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Hosni Mubarak pada 2002, namun pembangunan sempat terhenti selama bertahun-tahun. Proyek kembali bergerak cepat sejak 2014 setelah Presiden Sisi memperluas rencana dan menargetkan museum terbesar dalam sejarah manusia.
Antara 2017–2023, seluruh konstruksi utama, desain interior, sistem digital, hingga fasilitas wisata selesai dibangun. GEM mulai uji operasional sejak Oktober 2024.
Berjarak hanya dua kilometer dari Piramida Giza, GEM berdiri di atas lahan 490.000 m² dengan fasad kaca setinggi lima lantai yang didesain sejajar dengan tinggi Piramida Agung. Pengunjung dapat berfoto dengan piramida langsung dari dalam museum.
Proyek bernilai US$1 miliar ini dibiayai oleh dua pinjaman Jepang senilai US$800 juta serta pendanaan tambahan dari pemerintah Mesir.
Aula masuk museum menampilkan patung Ramses II berukuran kolosal. Secara keseluruhan, GEM menyimpan lebih dari 57.000 artefak dari berbagai era sejarah Mesir.
Museum ini memiliki:
- 12 galeri utama
- Tangga Besar seluas 6.000 m² setinggi enam lantai
- Koleksi lengkap lebih dari 5.000 artefak Tutankhamun, untuk pertama kalinya dipamerkan utuh sejak makamnya ditemukan pada 1922
- Museum anak
- Artefak Ratu Hetepheres, ibunda Raja Khufu
- Museum perahu Khufu
- Koleksi era Yunani dan Romawi
Desain arsitekturnya menggambarkan sinar matahari dari tiga piramida yang bertemu pada satu titik, menciptakan bentuk menyerupai “piramida keempat” jika dilihat dari udara.
Logo GEM yang diluncurkan pada 10 Juni 2018 merupakan hasil kompetisi desain internasional yang diawasi UNESCO. Desainnya terinspirasi dari cahaya matahari senja di dataran tinggi Giza dan lekuk kaligrafi Arab yang menggambarkan kontur bukit pasir.
Sumber: Anadolu Ajansi









