BERTUAHPOS.COM — Plt Gubernur Riau SF Hariyanto sempat menyinggung soal pencemaran sungai Kuantan saat membuka iven pacu jalur di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, tradisi paju jalur yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing dan Riau, sedang terancam jika masalah pencemaran sungai itu tidak segera di atasi. Terlebih, urat nadi dari iven pacu jalur sangat bergantung pada sungai itu.
Ia tidak ingin iven yang selama ini telah mencuri banyak perhatian wisatawan nasional hingga mancanegara itu, justru mengabaikan prinsip paling dasar kelestarian lingkungan dan membiarkan sungai itu rusak akibat pencemaran.
“Iven budaya ini harus selaras dengan semangat keberlangsungan. Saat ini, soal pencemaran sungai menjadi tantangan terbesar bagi sungai Kuantan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Menurutnya, keberlangsungan budaya pacu jalur di Kabupaten Kuansing terletak pada kelestarian sungainya. Jika di masa depan sungai itu tercemar dan rusak, maka budaya ini hanya tinggal cerita.
Aktivitas penggalian dan pertambangan emas ilegal, kata SF Hariyanto, menjadi salah satu ancaman serius. Pemprov Riau, kata dia, telah berkolaborasi dengan aparat penegak hukum agar persoalan ini bisa diatasi. Namun, dukungan masyarakat tetap diperlukan, terutaman soal kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai dan lingkungan sekitarnya.
“Sungai ini punya sejarah yang panjang dan telah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari sosial-budaya hingga perekonomian masyarakat di Kuansing. Jadi kalau kita bicara soal kelestarian budaya pacu jalur, maka tidak lepas dari kelestarian sungainya,” katanya.
Oleh sebab itu, Plt Gubernur Riau mengajak dan mendorong semua pihak terutama pemerintah daerah agar membuat konsep yang terintegrasi dalam hal pengelolaan sungai agar selaras dengan budaya lokal Kuansing yang telah lama melekat.
Dengan demikian, iven pacu jalur Kuansing tidak hanya menjual soal tradisi kepada wisatawan, tapi juga menanamkan nilai-nilai budaya dan lingkungan yang selaras. Dengan begitu, SF Hariyanto yakin, bahwa iven ini akan menjelma menjadi destinasi wisata yang lebih bermakna di masa depan.









