Makrifat Nasehat Burung Surga (5) : Sang Ratu Ditangkap Ki Mesakat

Minggu, 21 Mei 2017 18:19
Makrifat Nasehat Burung Surga (5) : Sang Ratu Ditangkap Ki Mesakat

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Dalam kondisi ketersiksaan itu, Sang Ratu dengan arif memberi perintah anak buahnya. Ia menyuruh, jika Ki Mesakat, sang pemikat burung itu datang, semua Bayan berpura-pura mati. Jika itu dilakukan, pasti Ki Mesakat terkecoh, dan membuang semua burung-burung yang sudah dianggap mati itu.

Tapi, kata Ratu Bayan itu, siapa saja yang nanti dibuang duluan hendaknya jangan segera bangkit sebelum semuanya selesai dibuang dan jatuh ke tanah. Pesan ini harap diperhatikan. Begitu kata Sang Ratu kepada seluruh rakyatnya, para burung Bayan.

Baca: Makrifat Burung Surga (4) : Terjerat Membaca Istighfar

Tak lama kemudian, Ki Mesakat pun datang. Ia ingin memeriksa hasil buruannya di pohon Wudi yang telah dilumuri perekat. Ketika mendongak ke atas dan melihat semua burung Bayan telah terjerat pikatnya, Ki Pemikat ini pun memanjat pohon. Dengan suka cita ia membayangkan keuntungan yang bakal diperoleh.

Namun, ketika Ki Mesakat itu sudah mendekat, ia sangat terkejut. Sebab burung-burung yang dipikatnya itu telah mati semua. Untuk memastikan itu, Ki Mesakat mengambil seekor demi seekor dari burung itu lalu diperiksa. Saat ia yakin bahwa burung-burung itu nampak memang sudah mati, maka Ki Mesakat pun melempar burung itu ke bawah.

Burung Bayan yang dibuang pertama kali terus menghitung. Tiap kali terdengar suara sesuatu terjatuh, ia menambah bilangannya. Dalam hitungan itu, sudah sembilan puluh sembilan burung yang telah berjatuhan ke tanah. Tinggal menunggu satu suara lagi, maka semua burung Bayan itu akan serempak terbang tinggi.

Saat itulah Ki Mesakat kelelahan. Ia akan menyelesaikan kerjanya, naik ke pucuk pohon, untuk mengambil burung terakhir, yang ternyata adalah Sang Ratu burung Bayan.

Di tengah rasa lelah itu, tiba-tiba sabit yang ada di pinggang Ki Mesakat terjatuh. Pemikat burung ini pun terpaksa turun.

Saat sudah sampai di bawah, pemikat burung ini bukan alang-kepalang kagetnya. Sebab ia melihat, burung-burung yang disangkanya mati itu beterbangan ke angkasa. Itu terjadi, karena sabit yang jatuh dikiranya burung Bayan yang terakhir.

Melihat kejadian itu, Ki Mesakat sadar, ia telah ditipu mentah-mentah oleh para burung itu. Ia menyesal luar biasa. Ki Pemikat lalu ingat, bahwa di atas, di puncak pohon Wudi masih ada seekor burung. "Tentu ini Ratu para Bayan," pikirnya. Ia pun bertekad, mati atau hidup burung Bayan satu-satunya itu akan dibawa pulang ke rumah.

Ia pun dengan bersemangat memanjat pohon itu lagi. Sampai di puncak, Sang Ratu Bayan pun ditangkapnya. Setelah membersihkan kaki burung Bayan yang cantik itu dari getah perekatnya, Ki Mesakat segera turun. Dengan riang laki-laki itu membawa hasil pikatannya.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Makna kisah ini adalah, siapa yang mengusir sesamanya pasti akan diusir oleh Tuhan Allah sendiri. Seandainya burung Bayan itu tidak segera bertobat, maka mereka pasti akan menemui ajalnya. Seperti halnya manusia yang lupa dari Tuhan Allah karena sangat percaya pada kemampuan, kekuasaan dan kenyamanan, ia akan menemui celaka di belakang hari.

Ketika itu, semua manusia hendaknya jangan menggantungkan diri kepada sesama manusia kecuali hanya menggantungkan  diri kepada Tuhan Allah Yang Maha Tahu.

Dalam sejarah kenabian, peristiwa serupa itu juga terjadi dalam Perang Uhud. Ketika itu, umat Islam menjadi takabur, menggantungkan diri pada kehebatan sahabat, dan karena itu umat Islam kemudian kalah perang.

Seperti zaman sekarang, banyak orang yang menjadi takabur karena mempunyai backing seorang pejabat tinggi. Namun ketika sang pejabat itu lengser oleh gerakan reformasi, Si takabur itu pun dihujat rakyat banyak. Hidupnya pun menjadi sengsara karena dijauhi teman. (jss/bersambung)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.