Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Jumat, 19 Mei 2017 18:40
Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Bulan Puasa sebentar lagi tiba. Umat Islam seluruh dunia melakukan puasa untuk mendapatkan pahala dari-Nya. Berlomba-lomba beribadah, menabur kebaikan, dan memperbanyak amalan.

Untuk menyambut bulan yang penuh berkah itu, ada sebuah buku menarik karya Munir Mulkhan yang rasanya laik dibaca. Buku itu berjudul Makrifat Burung Surga.

Buku ini ditulis tahun 1859 Jawa oleh seorang kiai desa yang bernama Mursydi, tinggal di Klaten. Oleh Munir, penulis buku Syech Siti Jenar yang laris itu, karya kiai desa itu diterjemahkan, dibahas, dan kemudian ditafsirkan.

Karya ini penuh simbol. Tokoh-tokoh yang dimunculkan, semuanya mempunyai makna yang dalam. Untuk itu, kendati hanya seekor burung yang bicara, tetapi burung ini taklah sekadar hewan berkicau. Apa yang diucapkan burung ini punya nilai spiritualitas yang sangat tinggi.

Memang, saduran dari buku ini sudah sering tayang. Namun isinya yang menyejukkan, rasanya masih menarik untuk kembali dihidangkan sebagai rabuk untuk menyuburkan keimanan kita.

Celoteh burung ini insyaallah akan memberi pelajaran berharga. Sebab ucapan dan tingkah-laku yang dikiaskan itu berasal dari Al-Quran dan Al-Hadist, serta Ijma’ dan Kiyas. Hanya agar mudah dicerna makna yang terkandung dalam buku ini, maka tambahan dan pengurangan so pasti dilakukan. Salam, Djoko Su’ud Sukahar, penyadur.
 
Alkisah, sembilan puluh sembilan burung Bayan terbang menyertai seekor ratunya. Mereka terbang tinggi, belajar membelah angkasa raya. Kawanan burung ini hendak hijrah dari tempatnya semula di Gunung Emas, untuk mencari tempat baru di negeri yang konon bernama Kustam.

Telah lama burung-burung itu melayang-layang di angkasa, namun negeri yang dicari belum juga ditemukan. Dalam  kelelahan terbang itu mereka melihat ada sebuah pohon yang sangat besar, tinggi menjulang bagaikan menembus awan.

Wudi, nama pohon itu. Di pohon inilah sembilan puluh sembilan burung Bayan itu hinggap. Mereka beristirahat bersama sang ratu.
Melihat kelelahan rakyatnya, sang ratu berkata. "Wahai saudara-saudaraku semua, marilah kita sekarang membangun sangkar di kayu wudi ini. Saya percaya kita aman disini, karena kayu ini cukup tinggi, lurus, dan tanpa cabang, hingga kita bebas dari gangguan manusia."

Semua burung itu pun setuju usulan Sang Ratu. Mereka memutuskan menetap di pohon wudi, dan mulailah pasukan burung itu membangun sarang. Mereka tak begitu peduli, di negeri mana mereka kini berada. Yang terpenting, pohon ini mereka yakini aman dari gangguan manusia.

Sudah lama burung-burung itu menetap di pohon wudi itu. Mereka membuat sangkar indah, dan menjadikan pohon itu sebagai perkampungan baru mereka. (bersambung)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Ini Alasan Pengunjung Pilih Berolahraga Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 20:25

Ini Alasan Pengunjung Pilih Berolahraga Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru

Sore hari,  Masjid Raya An Nur kerap menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga. 

Bawaslu Sebut Dirinya Terlibat Politik Praktis, Sekda M Noer bersikukuh Tak Bersalah
Selasa, 23 Januari 2018 20:14

Bawaslu Sebut Dirinya Terlibat Politik Praktis, Sekda M Noer bersikukuh Tak Bersalah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, M Noer, tetap bersikukuh dirinya tidak bersalah sekalipun Badan Pengawas Pemilhan Umum (Bawaslu) Riau telah mengatakan dirinya terbukti terlibat dalam politik praktis.

Potret Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 19:02

Potret Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru

Terik matahari mulai memudar, angin sepoi-sepoi membuat dedaunan disekitaran halaman Masjid Raya An Nur manari-nari. 

12 Februari 2018, Paslon Gubri Petahana Wajib Cuti Kampanye
Selasa, 23 Januari 2018 17:36

12 Februari 2018, Paslon Gubri Petahana Wajib Cuti Kampanye

KPU Riau akan menetapkan Paslon Gubri pada tanggal 12 Februari nanti. Setelah itu, para calon kepala daerah aktif sudah harus cuti kampanye.

Usai Tes, ASN Melepas Penat di Masjid Kantor Walikota Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 17:27

Usai Tes, ASN Melepas Penat di Masjid Kantor Walikota Pekanbaru

Usai mengikuti tes kompetensi, beberapa orang Aparatur Sipil Negera (ASN) yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kota Pekanbaru, memilih untuk beristirahat di Masjid Kantor Walikota Pekanbaru.

Hafal Juz Amma? Ada Info Lowongan Kerja Guru dan Kepala Sekolah
Selasa, 23 Januari 2018 17:10

Hafal Juz Amma? Ada Info Lowongan Kerja Guru dan Kepala Sekolah

Bagi anda yang sedang mencari informasi seputar lowongan kerja, kini SD Taruna Islam sedang membuka kesempatan kerja untuk ditempatkan di SD dan TK pada posisi guru dan kepala sekolah. 

Pantau Pelanggaran di Media Sosial, Bawaslu Riau Bentuk Tim Siber
Selasa, 23 Januari 2018 17:00

Pantau Pelanggaran di Media Sosial, Bawaslu Riau Bentuk Tim Siber

Bawaslu Riau akan membentuk tim siber yang bertugas untuk memantau pelanggaran pemilu di dunia maya. Tim siber ini mempunyai 4 sampai 6 personel, dan merupakan orang yang ahli di bidangnya.

49 ASN Ikuti Tes kompetensi Seleksi Terbuka Jabatan PTP Pemko Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 16:36

49 ASN Ikuti Tes kompetensi Seleksi Terbuka Jabatan PTP Pemko Pekanbaru

Usai lulus seleksi administrasi, sebanyak 49 orang Aparatur Sipil Negera (ASN) eselon II dan eselon III mengikuti tes kompetensi seleksi terbuka yang dilaksanakan mulai siang ini, Selasa (23/1/2018).

Bawaslu Riau Telah Rekomendasikan Kasus Sekdako Pekanbaru ke Menpan-RB
Selasa, 23 Januari 2018 16:25

Bawaslu Riau Telah Rekomendasikan Kasus Sekdako Pekanbaru ke Menpan-RB

Bawaslu Riau tetap bergeming dan telah melimpahkan kasus indikasi ketidaknetralan politik Sekdako Pekanbaru M. Noer ke Menpan-RB, KASN dan instansi terkait.

Arara Cafe dan Resto, Tempat Makan Baru Sajikan Santapan Melayu Minang
Selasa, 23 Januari 2018 16:15

Arara Cafe dan Resto, Tempat Makan Baru Sajikan Santapan Melayu Minang

Mencari tempat makan siang bersama rekan, sahabat dan juga keluarga? Coba saja datang ke Arara Cafe dan Resto, di Jalan Kenanga Pekanbaru.