Makrifat Burung Surga (6) : Saat Bayan Bicara Ki Mesakat Terpana

Senin, 22 Mei 2017 12:19
Makrifat Burung Surga (6) : Saat Bayan Bicara Ki Mesakat Terpana

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Ki Mesakat pulang ke rumah dengan membawa seekor burung Bayan. Saat di pintu ia disambut istrinya. Pemikat burung ini menceritakan pengalamannya, bahwa ia baru saja ditipu burung Bayan. Mendengar cerita suaminya itu, si istri heran dan setengah tak percaya. Bagaimana mungkin, burung  (Jawa : peksi) bisa menipu manusia.

Tertarik dengan cerita sang suami, burung Bayan yang dibawa Ki Pemikat itu lalu diperiksa. Nampak kakinya kuning dan jenggernya merah, bulunya hijau mengkilap, badannya sebesar burung dara. Mata burung itu berbinar bercahaya bagaikan intan permata. Nyai Mesakat terpana. Dalam hatinya mengakui, burung Bayan ini memang cantik. Ia pun kemudian memberi makan Bayan itu agar tetap hidup.

Telah lama pemikat burung dan istrinya memelihara burung Bayan yang cantik itu dengan penuh kasih sayang. Suatu hari, tengah suami-istri pemikat itu istirahat sore di beranda, tiba-tiba mereka mendengar suara seperti berkata kepada si pemikat dan istrinya.

Baca: Makrifat Nasehat Burung Surga (5) : Sang Ratu Ditangkap Ki Mesakat

"Besarku tidak seberapa, kalau dimakan pun pasti tidak kenyang. Karena itu, nanti sesudah Ki Mesakat selesai merokok, lebih baik aku ini dijual saja. Pasti Ki Mesakat mendapat uang banyak, karena saya bisa berharga mahal."

Mendengar suara yang berasal dari dalam rumah itu, pemikat dan istrinya menjadi heran. Mereka saling berpandangan. Mencari ke sana ke mari, siapakah gerangan yang bicara itu. Ketika mereka tak menemukan seorang pun di dalam rumah selain mereka berdua, keduanya pun celingukan mencari asal suara. Dan mereka pun tersadar, suara itu mungkin berasal dari burung Bayan.

Ki Pemikat dan istrinya pun menjadi terkejut. Dalam hati keduanya berkata, bagaimana mungkin ada burung yang bisa berbicara. "Tentu ini bukan burung biasa dan bukan pula burung liar," pikirnya.

Selain bicaranya panjang, tutur kata yang keluar dari mulut burung itu juga halus. Kehalusan bahasa itu yang mudah memikat siapa saja yang mendengar. Walaupun setengah tak percaya, Kiai dan Nyai Mesakat sangat gembira. Mereka ternyata memelihara burung yang mempunyai keistimewaan.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Ki Mesakat dengan penuh keraguan bertanya pada burung yang dikurung dalam sangkar yang jelek itu. "Benarkah suara tadi memang ucapanmu wahai Bayan! Apakah benar engkau bisa berbicara dan bisa meninggikan harga jualmu jika nanti aku jual?" tanya Ki Mesakat. (jss/bersambung)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.