• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sejarah Kelam di Balik Pesona Wisata Lobang Jepang Bukittinggi

Muhammad Habibie by Muhammad Habibie
25 Agustus 2025
225
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Lobang Jepang di Bukittinggi menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling banyak menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Terowongan yang berada di kawasan Ngarai Sianok ini menyimpan kisah kelam masa penjajahan Jepang di Sumatera Barat.

Ali Akbar, salah seorang pemandu wisata, menuturkan bahwa Lobang Jepang dibangun pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942. “Terowongan ini dibuat atas instruksi Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Jepang, Letjen Moritake Tanabe. Fungsinya untuk perlindungan sekaligus strategi militer,” katanya saat mendampingi wisatawan kepada Bertuahpos, Minggu 24 Agustus 2025.

Panjang Lobang Jepang mencapai enam kilometer dengan lebar sekitar dua meter. Terowongan ini berada di kedalaman 49 meter dari permukaan tanah. “Desainnya dibuat berkelok-kelok, supaya jika musuh menyerang, mereka akan mudah tersesat,” tambah Ali Akbar.

Pembangunan terowongan itu dilakukan dengan cara kerja paksa. Ribuan pekerja dari Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi didatangkan ke Bukittinggi. “Masyarakat lokal tidak dilibatkan sama sekali. Jepang ingin proyek ini benar-benar rahasia, agar tidak bocor kepada pihak luar,” ujar Ali Akbar.

Karena dibangun diam-diam, masyarakat Bukittinggi baru mengetahui keberadaan Lobang Jepang pada awal 1950-an. Saat pertama kali ditemukan, pintu masuk terowongan hanya berukuran 20 centimeter. “Awalnya masyarakat setempat terkejut, karena lubang kecil itu ternyata menyambung ke jalur bawah tanah yang sangat panjang,” kata Ali.

Dari enam kilometer panjang terowongan, yang dibuka untuk umum hanya sekitar 1,5 kilometer. Rata-rata pengunjung memerlukan waktu 20 menit untuk menyusuri lorong bersejarah ini. “Kalau jalan santai, pengunjung bisa merasakan bagaimana kondisi pekerja zaman dulu yang harus bekerja keras dalam kegelapan,” jelasnya.

Kini, Lobang Jepang menjadi salah satu ikon wisata sejarah Bukittinggi. Lokasinya berada di Taman Panorama, Jalan Panorama, Bukit Cangang Kayu Ramang. “Selain masuk ke terowongan, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan indah Ngarai Sianok dari area taman,” ujar Ali.

Untuk masuk ke Lobang Jepang, pengunjung dikenakan tarif tiket sebesar Rp20.000 untuk dewasa, Rp15.000 untuk anak-anak, dan Rp25.000 untuk wisatawan mancanegara. “Kami juga menyediakan jasa pemandu wisata dengan biaya Rp15.000 per orang. Dengan begitu, wisatawan bisa mendapatkan penjelasan lengkap tentang sejarah Lobang Jepang,” tambah Ali.

Ali Akbar menegaskan bahwa kunjungan ke Lobang Jepang bukan hanya sekadar berwisata, tetapi juga momen untuk belajar sejarah. “Setiap lorong dan ruangan di sini menyimpan cerita. Ada ruang penjara, ruang persenjataan, hingga ruang dapur. Semua ini bagian dari jejak sejarah yang patut kita kenang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Lobang Jepang menjadi saksi bisu penderitaan rakyat Indonesia di masa penjajahan. “Kita patut bersyukur bisa menikmatinya sekarang dalam suasana damai. Tapi jangan pernah melupakan bagaimana sulitnya perjuangan nenek moyang kita dulu,” tutup Ali.***

Tags: Lubang Jepangwisata sejarah
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Muhammad Habibie

Muhammad Habibie

Berita Terkait

Museum Sang Nila Utama
Berita

Museum di Pekanbaru Ini Punya 4.000 Koleksi, Sekarang Ada yang Baru di Sang Nila Utama

...

Read moreDetails
Next Post

Nasi Kapau Uni Linda, Ikon Kuliner Bukittinggi yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.