BERTUAHPOS — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau M Taufiq OH, mengatakan bahwa Pemprov Riau kini tidak lagi mengalokasikan anggaran besar untuk pelaksanaan operasi pasar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Taufiq menjelaskan, saat ini kegiatan operasi pasar hanya dilakukan secara taktis dan terbatas. Jika sebelumnya intervensi pasar bisa dilakukan hingga hampir 100 kali dalam setahun, “kini jumlahnya dipangkas paling menjadi 10 hingga 15 kali saja, sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan,” katanya kepada Bertuahpos, Jumat, 30 Januari 2026, di Pekanbaru.
Menurutnya, perubahan kebijakan ini dilakukan seiring penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan yakni PT Riau Pangan Bertuah. Pemerintah provinsi hanya mendorong koordinasi lebih intensif dengan BUMD itu dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di Riau.
Namun demikian, Taufiq mengakui distribusi logistik masih menghadapi tantangan geografis, terutama untuk wilayah yang berjarak jauh dari pusat distribusi seperti Indragiri Hilir, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut membuat intervensi langsung dari BUMD Pangan provinsi menjadi tidak selalu efektif.
Untuk mengatasi hal itu, Pemprov Riau mengandalkan koordinasi lintas daerah dengan pemerintah kabupaten setempat. Kabupaten diharapkan dapat membantu proses distribusi, termasuk dukungan transportasi logistik agar bahan pangan bisa sampai ke masyarakat dengan harga terjangkau.
“Kalau jaraknya terlalu jauh, sulit juga bagi BUMD pangan provinsi. Karena itu kita koordinasikan dengan kabupaten agar bisa saling membantu,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, mekanisme intervensi pasar saat ini sebenarnya sudah cukup matang. Pemerintah daerah telah memiliki pengalaman berulang dalam menentukan jenis komoditas yang perlu diintervensi, waktu pelaksanaan, serta pola distribusi yang paling efektif.
Taufiq berharap, dengan pengalaman yang sudah dimiliki dan koordinasi yang semakin solid, upaya menjaga stabilitas harga pangan di Riau tetap berjalan meski frekuensi operasi pasar dikurangi. Pemerintah daerah optimistis langkah ini tetap mampu menekan gejolak harga, khususnya menjelang momen rawan inflasi.***
Operasi Pasar Riau









